Rabu, 23 September 2020

07:30 – Bangun dan beres-beres.

10:00 – Breakfast dan ngopi! 😀

Gue sempet meditasi dulu 10 menit di rooftop, sambil ditemenin angin sepoi-sepoi dan udara yang fresh banget. I could 100% vouch that it was such a great and calming experience!

Abis itu foto-foto di ayunan hits ini untuk terakhir kalinya :p

Gosh I love that dem ayunan! Bener-bener zen banget main ayunan di sana! x’) Anyway meskipun fotonya super backlight dan gue hampir muntah darah ngeditnya… I love looking at them and I love remembering the happy memories they brought along 🙂 Those smiles were genuine and real!

12:30 – Jalan ke Dermaga Putih, sebuah jembatan kayu yang sebenernya ga ada apa-apa, but it was often used untuk tempat foto-foto. Karena setelah Googling menurut gue ga terlalu ada banyak hal yang bisa divisit di kota Labuan Bajo, kita decided untuk mampir aja ke sini sembari sightseeing.

Aw I love this photo!

Ih chubbitus! Also, look at our matching pants!

Overall I think Dermaga Putih was a cute place to take pictures :> Oh ya ini aga random and I almost forget this, tapi pas jalan balik dari sini ke parkiran motor kita sempet diajak foto sama beberapa orang local :3 ahahah. I love interacting with the locals; they were all so so friendly!

13:20 – Abis selese foto-foto kita pergi isi angin sebentar. Kebetulan tempat isi anginnya deket sama restaurant se’i babi yang mau kita kunjungin untuk lunch. Yay!

13:50 – Sampe di Depot Se’i Babi Melati Indah (patokan tempatnya ada di sebrang toko bangunan Bintang Bangunan ya. Ga exactly di sebrang tapi udah deket.) We asked for a recommendation dari mba-mba resepsionis di hotel, and she told us about this place. Sayangnya waktu kita sampe, signature se’i babi di sana udah sold out! x( Uhuhuhu.

But worry not ‘cos everything that we ordered was so frickin’ delicious (dan beberapa spicy!), bener-bener cocok banget sama selera lidah Indo tulen gue yang demen pedes! I genuinely wished kita udah visit this kind of place since day 1!

15:00 – Mampir ke Carpenter Coffee and Roastery untuk ngadem dan ngopi sejenak. I still remember it was such a hot day.

Pretty cute lil cafe with pretty great coffee.

16:25 – Jalan ke Amelia Hills untuk ngejer sunset. Lokasinya deket sama Sylvia Hills yang kita kunjungin di hari pertama.

16:50 – Sampe Amelia Hills dan langsung manjat naik ke atas. To be honest karena hills di sana banyak banget, we weren’t 100% sure kalo yang kita naikin itu bener hills Amelia, Bundalia, Cicilia, atau apa wkwkwk, tapi ga pusing lah toh pemandangan dari atasnya kurang lebih sama 🙂

Amelia Hills ini jauh lebih curam dibanding Sylvia Hills, tapi bukitnya ga terlalu tinggi, so it took only a while untuk naik ke atas.

Ohmaigatttt <3

Holymolyguacamole, I really love this particular view! <3

Gue masih inget abis gue foto di sini I called Yesslyn and said, “Yes, Yes mampus! Sini deh gila ada spot bagus nih! Sini sini!” Wkakakak.

Crowd hari itu lumayan rame sama penduduk lokal. Hasben sampe nawarin diri jadi tukang foto hahaha xD

Aga malu soalnya masa hasben bilang gini ke mbanya, “Satu, dua, tiga, say… Rumacoffeeeee!”

Wahaha, buat yang ga mudeng, Rumacoffee is his coffee roastery brand :p Anyway, I think God was so kind to us, and His timing was perfect… 2 hari pertama kita di sini kita dikasih weather cloudy, tapi ga pernah hujan, which was awesome karena kalo ngebayangin harus hiking di Pulau Padar dan island hopping panas-panasan, pasti energi kita jauh lebih kekuras lagi di awal trip.

Lalu 2 hari terakhir kita di sini kita dikasih cuaca cerah, and that evening, we got to witness another perfect sunset sebelum kita pulang ke Jakarta 🙂

Sunset turned those ilalang jadi orange kemerahan. It was such a pretty sight <3

17:50 – As usual jalan turun sebelum gelap dan sebelum laron-laron pada keluar haha.

18:05 – Jalan ke Zasgo Mart lagi untuk belanja.

18:50 – Sampe di restaurant Ayam Bakar Primarasa, yang lokasinya udah dekeeeeeet banget sama airport dan hotel kita, untuk have our last dinner in Labuan Bajo. The place was huge, interiornya modern, bagus, dan makanannya semuanya delicious. Gue sampe heran, literally ga ada satupun memori di mana makanan yang gue makan di Bajo itu ga enak, ga ada!

20:30 –  Sampe di hotel dengan perasaan senang dan perut yang kenyang 🙂

Oh ya, karena tanggal 24 September kita ga gitu ada itinerary sebelum terbang balik ke Jakarta, as usual jadwal hari itu akan gue gabung di post ini ya biar compact.

Kamis, 24 September 2020

07:10 – Bangun dan beres-beres.

One last photo taken from our room.

10:00 – Last breakfast di hotel.

11:00 – Jalan ke Bandara Komodo pake shuttle car dari hotel. Begitu nyampe kita langsung check in bagasi dan cus jalan kaki ke Pondok Mai Ceng’go di sebrang airport, untuk ngopi and takeaway lunch buat makan di pesawat.

Restoran ini unik banget karena located di atas semacam outdoor food court. Kita sempet mampir jajan ice cream dulu di toko Fruto Gelato yang gue foto di bawah ini.

Tangga turunnya; pretty fancy looking, huh!

Abis itu ga lama kita langsung jalan balik ke airport dan stand by nunggu di sana. Fiuh, and that concludes our last day of itinerary in Labuan Bajo 🙂

As I’m looking back at this traveling experience, I am overwhelmed with gratitude… because I know taking this kind of break during a pandemic is not something that everyone can afford, both financially and circumstantially. I didn’t really show or share it with anyone else except hasben, but 2020 was really hard for me, and this trip right here; it surely gave me a boost of encouragement, a dose of positivity, and of course a lifetime supply of beautiful memories. Thank you Labuan Bajo, you are forever engraved in a special place in my heart :’)

Lastly, terima kasih teman-teman yang sudah sudi mampir dan membaca; semoga artikel-artikel di sini bisa sedikit banyak menghibur dan memberi informasi yang berguna. Thank you for walking down this memory lane with me and see you on the next itinerary 🙂

Expenses untuk berdua (dalam Rupiah):

  1. Isi angin motor: 10.000
  2. Isi bensin motor: 10.000
  3. Lunch at Depot Se’i Babi Melati Indah: 100.000
  4. Bir di Zasgomart: 65.000
  5. Dinner berempat di Ayam Bakar Primarasa: 432.000

Expenses untuk berdua untuk tanggal 24 September 2020 (dalam Rupiah):

  1. Biaya sewa motor 3 hari: 150.000
  2. Tips buat mba resepsionis: 43.000
  3. Biaya mobil shuttle ke Bandara Komodo: 30.000
  4. Tips buat supir: 20.000
  5. Takeaway makan dan beli kopi di Pondok Mai Ceng’go: 116.000
  6. Ice cream di Fruto Gelato: 30.000
  7. Air minum di airport: 12.000

Total: Rp 1.018.000

Grand Total of all expenses: Rp 10.874.848

Important tips:

  1. Karena di Labuan Bajo iklimnya gersang, kebanyakan bangunannya pada rendah, dan pohonnya ga banyak, please always remember to reapply your sunscreen and wear sunglasses to protect your skin and eyes!
  2. Since kita dateng pas lagi corona, of course kita dianjurkan untuk pake masker pas naik motor. Meski orang lokal barely did that, kita tetep selalu pake masker untuk 1) taat protokol, dan 2) menjaga pernafasan kita agar terhindar dari debu. Soalnya waktu kita dateng, jalanan di sana bener-bener extremely berdebu karena lagi banyak banget pembangunan oleh pemerintah daerah, jadi it’s so easy untuk kelilipan dan kemasukkan debu pas naik motor.
Summary
Dermaga Putih, Depot Se’i Babi Melati Indah, Carpenter Coffee and Roastery, Amelia Hills, Zasgo Mart, Ayam Bakar Primarasa, Bandara Komodo, Pondok Mai Ceng’go, Fruto Gelato.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *