Senin, 21 September 2020

05:15 – Bangun pagi-pagi blind karena hari ini kita akan ikut one day tour keliling dengan rute: Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo, Taka Makassar, Manta Point, dan Pulau Kanawa! :3 Aaaaaaaaa excitedddd! Karena hari ini kita akan dijemput pagi-pagi, kemarenannya kita udah infoin pihak hotel untuk sediain breakfast lebih early supaya kita keburu ngisi perut dulu.

06:00 – Had our breakfast.

I really had to emphasize it here: bahwa ini adalah salah satu toast terenak yang pernah gue makan dalam hidup. Selama nginep di sana, me and hasben liked it very very much!

06:25 – Dijemput oleh pihak tour ke pelabuhan untuk catch our speed boat. Kita milih tour yang pake speed boat supaya waktu traveling lebih singkat, plus I coulnd’t stand kapal kayu karena pasti mabok laut. Hari itu kita pretty lucky, karena lagi corona begini, turis / peserta tour di Bajo ga banyak dan di kapal kita cuma ada kita berempat sama sepasang nyokap dan anak. Nice! xD

Meski kata tour guide gue ombak hari itu biasa aja, tapi goyangan naik turun boatnya aga heboh dan hentakkan speed boatnya kenceng banget setiap kali bagian bawah boatnya nabrak laut. They startled me so much sampe gue sempet aga kuatir hahaha.

07:30 – Sampe di stop pertama kita yaitu Padar Island. We were so so lucky to be blessed with such a great weather. Not only hari itu langitnya clear, cuacanya juga ga either terik banget atau mendung banget; it was perfect deh pokoknya :’)

Begitu turun di pantai, kita perlu jalan kaki dikit ngelewatin pasir yang batu-batunya kecil-kecil dan tajem-tajem. Siap-siap berasa lagi akupuntur kaki deh di sini haha.

Gosh <3

07:45 – Ditemani seorang ranger atau local Padar tour guide, we begun our hiking / trekking. Tangganya buanyak buanget and I would say tingkat kecapeannya untuk naik sampe ke puncak adalah around 7/10 for me. Hahaha tapi bear in mind kalo gue orangnya memang hampir ga pernah olah raga dan stamina gue has always been culun. I’m pretty sure it wasn’t that bad untuk peserta tour yang lain (apalagi hasben jangan ditanya, selama trekking setitik keringet di ketek pun kaga ada, cih…)

Maigat! <3

Kalo pergi di musim hujan, bukit-bukit ini akan penuh sama ijo-ijo pepohonan. While I’m sure that’s going to look pretty, I really really like this combination of brownish hills and the turquoise sea water as well! <3

:* Chu! xD

09:00 – Mulai turun setelah foto-foto dan istirahat sejenak di atas. We couldn’t stay for too long karena masih banyak spot lainnya yang mau dikunjungin hari itu. Oh ya jangan lupa di sini extremely dilarang ngerokok ya karena di kanan kiri semua rumputnya kering dan rawan kebakar!

09:20 – Sampe di bawah. Gue sempet mau ganti baju renang di kamar mandi umum di Padar Island, tapi somehow sangat sangat tidak diijinkan sama tour guide kita. Doi insisted on me ganti di kapal (mungkin untuk menghemat waktu ya) padahal in my defense wc kapal itu bener-bener tini wini biti kayak wc buat hobit :'( dan ganti pada saat kapal jalan itu pasti nightmare banget karena goyang-goyang. Uhuks. Eventually I did put on my swimwear di dalem kapal and it was indeed super nightmare, sempit, pengep, dan ribet hahaha fiuh. Entah berapa banyak kalori terbakar dari badan gue lewat proses ganti baju itu :/

09:30 – Naik kapal menuju ke Pink Beach. Funny thing about this place is, kalo gue pake kacamata item gue, I did see the pinkish shade on its beach, tapi kalo pake bare eyes, gue cuma liat pasir biasa dengan sekelebat warna pink yang subtle banget. Haha I wouldn’t say it’s a let down karena I did expect that, biasa aja, still pretty, cuma realitanya definitely jauh dari foto-foto di Google dan di instagram para influencer / travel blogger yang saturationnya udah diedit sampe mentok ke surga wkwk xD

Dilarang mengambil apapun terutama batu-batu pink dari pantai ini ya guys!

Hasben and his favorite vitamin C :p

Selingan dikit, sebenernya tour kita ini menjanjikan speed boat yang dilengkapi AC, tapi dari awal tour kita ga pernah pake AC karena angin dari luar juga udah cukup kenceng dan dingin. Nah abis berenang di Pink Beach ini, si ibu yang satu rombongan ama kita sempet komplain ke tour guide karena AC di speed boat aga bermasalah: awalnya ga bisa nyala, dan setelah bisa nyala, kaga dingin sama sekali. Buntut-buntutnya kita buka jendela juga karena kalo ngarepin AC doang jadinya pengep banget.

10:45 – Selese berenang dan langsung cus ke Pulau Komodo. Di sana kita pilih jalur trekking medium yang memakan waktu kurang lebih 1 jam, and we were lucky enough to spot a komodo dragon in the first 20 minutes! Kata ranger di sana sometimes kalo lagi suwe bisa ga ketemu komodo sama sekali, tergantung musim kedatangan kita.

I seriously hated this tacky pose… tapi gue juga gamau mengecewakan ranger gue yang udah semangat banget mengarahkan gaya… Hahahaha xD

Spotted this fresh tai luwak di tengah jalan! Haha!

Spotted another komodo yang rebahan karena mabok… Hahaha ga deng.

In total we met 4 komodos that day 🙂 what an awesome experience to see these last dragons on earth!

Oh ya beberapa info yang gue dapet dari ranger kita: komodo sebenernya ga nyerang manusia, tapi sometimes it happens kalo 1) mereka terganggu, 2) mereka merasa terancam, 3) atau it happens out of nowhere karena namanya juga mereka binatang liar. That’s why it’s very important during the tour to always stay in group dan ga pergi exploring sendirian. Terus while their bites are dangerous, racun di kuku kaki mereka itu a whole new level mematikannya!

Gue sempet nanya how’s their population right now dan kata rangernya the number’s good dan tingkat reproduksi mereka terkontrol dengan baik. Yang aga shocking adalah apparently sometimes komodo dewasa bisa makan anak / bayi dia sendiri, glek! Lalu katanya karena Pulau Rinca sedikit lebih panas dan gersang dari Pulau Komodo, komodo di Pulau Rinca (meski ukurannya cenderung lebih kecil) jadi sedikit lebih agresif dari yang di Pulau Komodo.

Another important things to note while komodo seeing adalah kita harus stay quiet dan tidak membuat gerakan heboh yang mendadak; intinya jangan disctracting lah gitu. Sama seperti di Pulau Padar, it is also prohibited untuk ngerokok di sini. Sayangnya pas kita tour di sana, kita sempet papasan sama another tour group yang isinya anak muda yang ga cuma ngomong dan ketawa-ketawa very heboh dan loud, mereka juga ngerokok berjamaah. Seriously bikin gue ilfil banget; I mean kalo gue aja terganggu ama suara mereka, apalagi komodo-komodo di sana yang lagi pada istirahat? Yang upsetting adalah ranger mereka did nothing to remind them, malahan ikut ngobrol asik-asikan, urgh. Saking jengkelnya gue sampe komplain ke ranger gue and told him kalo ngarepin turis untuk selalu ‘tau diri’, that’s too good to be true and simply impossible. Of course that is what things should be, but let’s be real, it’s impossible untuk mengharapkan setiap orang yang datang, datang dengan manner yang baik dan kesadaran yang tinggi. The ugly truth is, ga mungkin semua lapisan masyarakat yang datang understand basic common sense. Makanya menurut gue ranger di sana harus, kudu, nan wajib menjadi guide yang strict dan galak soal hal-hal yang safety-related seperti ini, for the sake of the island and everything and everyone that stays on it!

Remember kasus Gili Lawa yang terbakar tahun 2018 lalu sampe bikin ludes 10 hektar lahan savana? We talked about this sama tour guide kita dan menurut dia, yang terjadi hari itu adalah ada peserta tour yang buang puntung rokok sembarangan sehingga akhirnya menyebabkan kebakaran lahan. How stupid and shitty was that coba banyangin? Udah tau rumput di sana pada gersang dan kering semua. I couldn’t help but to shake my head vigorously sih. Kesel banget karena gue bener-bener ngarep Gili Lawa udah akan dibuka untuk turis by the time kita dateng, but it hasn’t opened yet (but that’s for a greater good juga sih, biarin alamnya sembuh dulu dengan maksimal.)

Sigh, I genuinely hope orang-orang belajar dari kasus itu, bener-bener belajar, baik turis maupun orang lokal; tapi terutama orang lokal dan pemerintah di sana. Hopefully they could and would stand their ground karena kalo bukan mereka yang harus nomor satu berusaha protecting their belongings, siapa lagi?

13:00 – Jalan dari Pulau Komodo dan makan siang di kapal. Man their lunch box was so delicious! Minusnya cuma satu: cabenya super minim!

13:30 – Nyampe di Taka Makassar, sepetak pasir putih yang muncul di tengah lautan ketika laut surut. Kata tour guide gue, tergantung kondisi cuaca dan air laut, kadang bisa ada hari di mana tour ga bisa mampir ke sini karena kapal kesulitan untuk ‘parkir’. Siang itu cuaca mulai mendung dan langit mulai aga cloudy, hence the greyish skies in these photos.

Ini penampakan speed boat kita.

Big thanks to Yesslyn for these couple photoshoots x)

A rare breed orca’s on the loose :p

Such a gorgeous view <3

14:00 – Naik boat untuk jalan ke Manta Point, tempat di mana kalo kita hoki, kita bisa ketemu segerombolan manta rays. And hoki we were karena kita ngeliat belasan manta rays in the span of 45 minutes, not bad! 😀

Karena selama di sana gue ga pegang camera sama sekali, I only had this photo yang diambil oleh koko pas dia masih di speed boat.

Oh ya ini aga bodoh, tapi at that time I thought manta rays = sting rays, yang ekornya beracun dan ngebunuh Steve Irwin dulu! x( Huwaaaaa, udah gitu gue repeatedly asked my tour guide, “Bahaya ga sih pak mereka???” dan doi selalu ngejawabin gue dengan, “Kalo ga diganggu mereka ga mungkin menyerang.” Jiahhhh jadinya sepanjang sore gue pikir mereka BISA nyerang dan nyakitin kita kalo-kalo things go south! Dag dig dug dhuer daia lah gue tiap kali nyemplung dan ngeliat ada manta rays lagi berenang di bawah kaki gue. Bener-bener hampir panic attack gue hahaha, apalagi setiap kali kita abis nyemplung lompat dari speed boat, speed boatnya langsung selalu jalan keliling ninggalin kita ngambang sendiri di laut! Glek banget. Anyway malemnya hari itu gue googling about this (bego kan bukannya googlingnya dari kemaren wkwkwk) dan ternyata manta rays itu tidak berbisa guys, so it couldn’t kill you like how sting rays could. Greeek.

Lalu karena gue takut, setiap kali mau lompat dari speed boat, I would always pausing dan ragu-ragu beberapa detik dulu. Kru kapal dan tour guide gue pun selalu kaga santai tereak-tereak serempak, “SEKARANG! LOMPAT! LANGSUNG! CEPET!” sampe dalam hati gue juga ikutan tereak-tereak ke diri sendiri, “SABAR! TAKUT TAU! NANTANGIN JRG YA LU PADA!” before eventually jumping off the boat for real. Hahaha. Tapi joke aside, swimming with manta rays was definitely special karena it gave me such a cool new experience and it pushed me out of my comfort zone!

15:30 – Sampe di spot terakhir kita hari itu, Kanawa Island. Di sana kita cuma snorkeling santai karena badan gue udah pegel linu dari atas sampe bawah, depan ampe belakang x’D

17:00 – Sampe di hotel kita dan langsung mandi dan istirahat. Meski jam 7an lewat gue udah super ngantuk nan cape, we ended up having dinner, ngebir, dan ngobrol di kamar Yesslyn sampe jam 11an lewat! Gilingan bajaj.

I closed that day with a feeling so warm, grateful, and content. Definitely a day to remember 🙂

Before I close this post, let me say a few things more about tourist behavior in our country. It’s sad karena desire untuk foto-foto dan being exist di sosmed belum diimbangi kesadaran akan perilaku dan keinginan untuk jadi individu yang lebih bertanggung-jawab. I am a traveler and I love traveling so much that it breaks my heart ngeliat alam yang kita punya dinodai dan dilukai terus-terusan. I wish dengan seiring majunya teknologi di Indonesia, massivenya penggunaan social media dan internet, kita bisa bijak menggunakannya sebagai sarana untuk membuka mata dan hati nurani, dan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Yang ga kalah penting juga… semoga mentalitas kita sebagai penduduk bumi bisa ikut berkembang setara dengan kemajuan komunikasi, dan bukannya malah kebalikannya. Amin.

Expenses untuk berdua (dalam Rupiah):

  1. One day tour Nusa Flores Travel: 2.700.000
  2. Tiket masuk ke Padar Island dan tips untuk Ranger: 250.000
  3. Uang jajan buat satu anak di pulau: 20.000 (haha random!)
  4. Tips untuk tour guide dan anak kapal: 150.000

Total: Rp 3.120.000

Important tips:

  1. Waktu hiking di Padar Island, anginnya lumayan gede buat gue; luckily gue pake kemeja luaran lengan panjang yang lumayan helped in keeping me warm. Kalo kalian takut angin, jaga-jaga bawa luaran ya.
  2. Satu unfortunate thing yang kita temuin pas hiking di Pulau Padar adalah tidak adanya wc di pulau itu, selain di pintu masuk. Jadinya meski gue haus banget sepanjang hiking, gue harus nahan diri untuk ga minum kebanyakan karena takut kebelet 🙁 this is not a tips, tapi gue kasih tau untuk jadi info tambahan aja. Oh ya I did ask our ranger, “Pak terus kalo ada orang yang bener-bener kebelet mau buang air gimana dong?” he said, “Ya kalo udah ga bisa ditahan ya mau gamau di atas rumput.” xD
Summary
Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo, Taka Makassar, Manta Point, Pulau Kanawa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *