13 December 2019

09:00 – Cus jalan ke Uetliberg Mountain, yang katanya bagus sepanjang tahun, ga winter, ga summer. We purposely saved this place as the last destination untuk perfectly ngeclose hari terakhir kita trip di Europe, and I’m so glad we did karena tempatnya memang bagus dan dreamy banget x’)

Pemandangan di keretanya sendiri cakep banget :’)

Originally, Zürich card kita juga grant kita free ticket untuk naik funicular di sana, tapi waktu kita dateng funicularnya lagi ga beroperasi karena faktor cuaca (which katanya happens a lot in winter.)

10:00 – Sampe di mountain dan langsung jalan-jalan :3

Gila ga sih kabutnya?? Brrr!

Gatau apa karena belum musim liburan, atau karena cuaca hari itu lumayan berkabut, tapi kita hampir ga papasan sama orang sama sekali selama di sana! Paling cuma 2-3 keluarga gitu, sepi deh pokoknya.

Saljunya licin banget sampe gue sempet kelepeset dan jatoh beberapa kali wkwk kzl. Pas kita di sana kita sempet papasan ama mobil petugas yang lewat sembari jatohin kerikil di sepanjang jalan. Lumayan unik sih, apparently that’s what they did untuk bikin jalanannya lebih pedestrian-friendly.

Btw kalo hari itu gue pake jaket dan celana warna putih mungkin gue udah nyatu ama backgroundnya kali haha.

Both of us langsung meler ga lama setelah keluar dar train saking dinginnya. But almost instantly too, we fell in love deeply with the views.. maklumlah kampungan secara biasa tiap hari keringetan di Tangerang wkwk. Terus kita ketemu this pretty big tree yang ada cat bendera Indo di batang kayunya xD

Tjee luk ba.

Makin naik ke atas, kabutnya makin tebel sampe kita hampir ga bisa liat apa-apa lagi. Karena waktu jalan-jalan kita sangat terbatas (akan gue jelasin di bawah alesannya) we didn’t get to explore further, tapi andaikan waktu kita ga terbatas pun gue rasa kita ga akan lanjut hiking karena we didn’t think the condition there was super safe considering the thick fog and sedikitnya pengunjung hari itu.

Pokoke always remember to put safety first ya guys, apalagi kalo hubungannya sama nature like forest atau gunung kayak begini.

Anyway here’s a short video of me asking hasben (who’s the owner of @rumacoffee btw!) some unimportant quizes di tengah udara yang dingin ini:

Hahaha ga penteng sumpah.

Oh ya sesaat sebelum kita naik train pulang di sana turun hujan salju! Haha what a perfect timing karena kalo ujannya turun dari tadi pasti kita jadi serba salah dan horror pas mau explore the area. Plus kita double lucky because that was also the first time kita berdua ngeliat hujan salju! xD

10:55 – Buru-buru naik train balik ke kota gara-gara 24-hour Zürich card kita udah mau expired!! HAHA aga laknat memang time management kita. Jadi Uetliberg Mountain ini berada di luar city center Zürich, dan train ticket ke suburb ini dicover sama Zürich card kita, so we went there tanpa beli tiket satuan terpisah. Untungnya sekitar 10 menitan sebelum Zürich card kita expired, kita masih sempet board the train back to city center xD, jadi kita ga perlu beli tiket tambahan lagi untuk pulang ke city.

Di kereta juga ga ada petugas yang ngecekin tiket sama sekali; super duper thank God karena Zürich card kita expired pas kereta kita masih berada di daerah suburb… hahaha jadi experience kita pagi itu aga-aga illegal binti hoki gitu lah xD

11:25 – Sampe di Zürich Hbf dan mampir ke toko cokelat Läderach. Kita udah beberapa kali ngelewatin toko ini dan ngeliatin cokelat-cokelatnya dari jendela sampe liur hasben menggenang di lantai Hbf, tapi baru sekarang sempet mampir.

Entah apa karena gue udah lupa, atau emang kekampungan gue udah merasuk ke sanubari terdalam, tapi kok seinget gue pas ngetik ini rasanya biasa aja ya? Sebelas dua belas lah ama Silver Queen dari Indomaret haha.

Abis itu kita jalan-jalan di Hbf bentar ngeliatin toko-toko di sana.

12:30 – Lunch di Kaimug Box yang lokasinya di dalem Hbf juga. Tempatnya rame parah sampe kita harus sharing meja sama orang lain dan nyaris ga dapet tempat duduk. Makanannya juga a bit biasa aja dibanding Rice Up! / Asian Gourmet.

13:25 – Cus ngopi di Mame (Josefstrasse 160.) Cafenya ga sampe gede tapi definitely lebih manusiawi dibanding One Sip di Prague. Bangkunya ga gitu pewe though karena tipenya stool yang kakinya tinggi. Nonetheless their coffees were great dan ruangannya terang, so we pretty enjoyed our time there 😀

Hasben loveeeeed their coffee so much btw.

Kita sempet mampir ke gereja di deket Mame juga untuk berdoa sebentar, tapi as usual gue ga nyatet nama gerejanya apa haha.

Cakep dan classic gitu interior di dalemnya.

15:20 – Lanjut jalan dan mampir di Lidl dan Coop (supermarket di sana) untuk beli oleh-oleh cokelat dan liquor karena di sana murah meriah dan opsinya banyak.

17:00 – Abis itu kita keliling-keliling di city center sambil menikmati pemandangan lampu-lampu bangunan di tepi sungai, angin malem yang lumayan dingin, dan langit yang super biru ini 🙂

Bagus banget :’)

Found this cute Christmas bazaar yang lokasinya ga gitu jelas ada di mana karena ga gue catet haha I’m sorry mimi stroberi.

Sho cute :3

19:00 – Balik ke Zürich Hbf untuk dinner di Rice Up! (AGAIN!) wkwkwk. Segitu enaknya lah pokoknya guys xD

20:00 – Sampe apartment dan langsung beres-beres dan packing karena keesokkan paginya tanggal 14 December 2019 kita akan terbang balik ke Jakarta :’) ready or not, we had to say goodbye.

Masih fresh teringat di kepala gue saat ini, tentang gimana gue dan hasben yakin banget kita gamau lagi liburan pas winter karena kita ga tahan sama dinginnya, yet beberapa bulan setelah sampe rumah we found ourselves kangen sama kedinginan di Europe yang menusuk tulang. Dan kurang asemnya, exactly bulan lalu gue randomly beli jaket winter yang bisa tahan dingin sampe up to -20 derajat Celcius. Haha sableng kan, bener-bener contoh tindakan yang ga sesuai sama perkataan.

But anyway I’ve said this before in real life and I’ll say it again here on this post: Europe is beautiful, period. We fell in love with it and we couldn’t wait to come back for more colorful experiences, but seriously maybe not in winter. Autumn lah maksimal for the sake of our fingers and toes hahaha.

HUAHH ok now it’s time to end this post as well! Gila rasanya surreal banget kerjaan Cichill Europe trip 2019 ini akhirnya selese juga wkwkwkwk brb teguk champagne yakult xD

Honestly guys, Cichill always gives me so much work to do, dan kalo tripnya itu ke Europe, rasanya kerjaan dan kerepotannya itu dikali dua, makanya gue ngaret banget baru ngerjain blog post ini 7 bulanan setelah tripnya berakhir. Lumayan ga tofu self kan jadi travel blogger kok begini haha.

But despite all of the hassles, turning our stories into writings always showers my heart with this indescribable warmth feeling. Humans’ experiences and memories are always precious, and I value mine so much that I don’t want them to be forgotten with time. I want the happy ones to spread joy to other people and I want the sad ones to be valuable lessons anyone can learn from 🙂

Thank you Europe for the sweet and bitter experiences, and thanks to y’all too for reading! I genuinely hope these posts help and I’ll see you guys on the next holiday itinerary! <3

Expenses untuk berdua:

  1. 2 One day pass tickets: CHF 17.6
  2. Coklat Laderach: CHF 9.3
  3. WC: CHF 4
  4. Lunch di Kaimug Box: CHF 29.6
  5. Belanja oleh-oleh di Lidl: CHF 31.1
  6. Ngopi di Mame: CHF 11.5
  7. Belanja di Coop: CHF 8.9
  8. Dinner di Rice Up!: CHF 25.8
  9. Roti di Migros: CHF 3

Expenses untuk berdua tanggal 14 December 2019:

  1. 2 Extension 1-2 zone tickets untuk ke airport: CHF 8.8

Total:  CHF 149.6 (atau Rp 2.139.280)

Grand Total of all expenses: Rp 56.986.572

Important tips:

  1. Biar gampang, let’s say exchange rate yang kita dapet: 1 € = Rp 16.000 dan 1 CHF = Rp 14.300.
  2. Gue udah pernah jelasin soal extension ticket di Zürich di Europe 2017 post lalu, but I’ll repeat it again here ya: jadi Zürich airport itu berada di zona yang berbeda sama city center Zürich, jadi tiket day pass kalian (atau tiket lainnya yang berlaku di dalam city center) cuma bisa dipake sampe ke airport kalo kalian beli additional extension ticket. Extension ticketnya bisa dibeli di mesin atau kalo ga sure tanya aja ke tourist center di Hbf ya.
Summary
Uetliberg Mountain, Zürich Hbf, Läderach, Kaimug Box, Mame, Lidl, Coop, Christmas market entah di mana, Rice Up!.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *