11 December 2019

09:00 – Breakfast dan beres-beres.

Minum juice true fruits lagi yang gue demen banget. That yoghurt was also da bomb! Anyway karena kamar kita di Berlin begitu pinkish, it really messed up my photo sampe gue lelah ngeditin white balancenya, makanya pardon me for this weird color tone ya wkwk.

10:00 – Jalan dari rumah dan langsung menuju ke Topography of Terror.

Ini topi yang kemarin gue beli di Primark.

Bangunan random di deket Topography of Terror. Kita stopped by sebentar karena pintunya cakep banget!

Topography of Terror ini adalah indoor dan outdoor museum yang ngebahas tentang Nazi regime. A part of the original Berlin wall juga dipajang di bagian outdoornya. Sayangnya waktu kita dateng ada bagian outdoor yang ditutup jadi ga semua area bisa kita explore.

A very cool and modern museum.

Indoor museumnya gratis and it has so manyyyyyyy informations sampe at the end of the visit kepala gue pusing gara-gara bacain detail history di sana. I’m not usually into history but we spent 2.5 hours in the indoor museum (and of course didn’t even manage to finish reading everything!)

Snack break dulu karena laper tapi tanggung masih mau lanjut baca.

Aslinya foto mayatnya si Heinrich dikasih liat jelas-jelas glek O.o ga cuma itu di sana juga ada beberapa foto jews yang waktu itu dimassacred.

Bagus banget deh museumnya, it gives you an interesting insight and detailed facts about what happened back then; dari mulai gimana Hitler naik jadi pimpinan di level atas sampe hal mendetil tentang gimana German jews mulai didiskriminasi tanpa alesan yang jelas sebelum akhirnya mulai dibunuh-bunuhin. Menurut gue, regardless of how much you like history, Topography of Terror is a must-see place for anyone visiting Berlin.

13:30 – Left the museum and cari makan karena kita udah laper banget. Kita ketemu satu Curry 36 yang lokasinya deket banget sama Topography of Terror but we didn’t eat there karena harganya jauh lebih mahal! We walked beberapa meter dari sana dan ketemu sama Die Bude yang harga currywurst-nya lumayan mirip ama Curry 36 kemarin.

Rasanya ga seenak yang Curry 36 kemarin though.

14:25 – Cus ke St. Hedwig’s Cathedral yang udah deket sama Berlin Cathedral (tujuan utama kita). Entah ada apa gerejanya ditutup jadi kita ga bisa masuk ke dalem, padahal bentuk dome atapnya menarik banget dan gue penasaran mau liat dari dalem.

Foot warmers yang kemarin gue beli dari Decathlon xD cuma anget beberapa menit pertama abis itu kaki gue udah beku lagi. My bad sih pake sepatu kayak gitu mungkin besok-besok harus pake boots yang proper kali ya.

Another building di samping gerejanya.

St. Hedwig’s Cathedral juga ada di square yang sama ama this cute pink building which is Berlin State Opera.

So cute buat jadi background photo xD

Cute banget facadenya sumpah xD

Ga lama abis dari sana kita sampe di Berlin Cathedral atau Berliner Dom. Sedih hati Bambang karena salah satu towernya lagi direnovasi dan ditutup pake jaring biru yang super mentereng xD hahaha tapi gapapa buat kenang-kenangan lah ya xD

16:15 – Jalan untuk ngopi di Röststätte Berlin (Rosenthaler Straße 40-41 Hackesche Höfe.)

Views we saw on our way to the coffee shop.

Hari udah mulai gelap.

Lokasi cafenya aga unik, kayak di dalem kompleks ruko gitu kali ya ibaratnya haha; ini penampakan depan cafenya:

Cute!

Cafenya sendiri ga gitu gede, in fact the first time we went there, semua meja mereka full jadi we left untuk keliling-keliling sebelum akhirnya balik lagi. Waktu balik kedua kali pun semua meja masih keisi, but a kind woman immediately told us that she’s done and leaving soon, and asked us to take over her seat. Awww bae abis.

Kopinya super enak (The Barn, please take note! Haha) and so was the cake!

17:20 – Lanjut jalan lagi keliling-keliling ngeliatin dan visit toko-toko di sana.

18:30 – Visit Palace of Tears atau Tränenpalast. Kita spent a lil bit too much jalan-jalan sampe telat nyampe di sini, padahal they close at 7 pm :/ haha. Palace of Tears ini adalah museum tentang berpisah dan bersatunya kembali Berlin during the Cold War period. Exactly di tempat ini dulu berdiri crossing border yang menjembatani Berlin Barat dan Timur.

Tempatnya kecil tapi dalemnya sumpah menarik banget. Kita ga sempet ngeliatin semuanya secara detail karena buru-buru, tapi di sana there were some very interesting showcases of personal belongings dari orang-orang yang hidupnya affected by the separation. Unik banget and they really caught my attention.

Gila ga sih ngebayangin mereka harus ninggalin semua possessions mereka di rumah terus abruptly mulai dari 0 di kota baru O.o

Gue aga lupa ini apa, tapi kalo ga salah semacam draft catatan meeting yang ngebahas tentang gimana harus unify German lagi.

Oh ya ini selingan penting penting kaga: jadi sebelum kita mulai explore Palace of Tears, kita disuruh taro semua jaket dan tas di dalem loker yang disediain sama penjaga museumnya. Nah loker itu harus dikunci menggunakan uang € 1. Waktu kita ke Topography of Terror, kita juga ketemu loker yang sama, tapi di sana ga ada penjaga museum yang suruh kita taro tas dan jaket. Karena kita pikir kita perlu bayar € 1, kita memutuskan untuk ga nitipin tas dan jaket kita selama exploring Topography of Terror. Nah di Palace of Tears kan kita disuruh tuh, jadinya kita pikir ya udah bayar aja, eeeh ternyata oh ternyata pas kita mau balik, koinnya keluar lagi dan dikembaliin ke kita begitu kita buka kunci lokernya. Jadi duit itu cuma semacam jaminan doang yang ga akan dicharge ke kita. Gembel kan? Wkwk kzl sih tau gitu di Topography of Terror kita ga perlu nenteng-nenteng backpack selama 2.5 jem. Ga bohong punggung gue bener-bener pegel di sana dan gue rasa kalo gue stay like that lebih lama lagi mungkin gue bisa berubah jadi si Hunchback of Notre Dumb. Haha lame, ok selingan selesai.

19:00 – Setelah Palace of Tears tutup, kita cus naik U6 ke Christmas market at Charlottenburg Palace. This was our last Christmas market in this trip and lemme tell you this: it was so pretty it ended our ‘Christmas market tour’ perfectly!

Warna lampu yang nyorot palacenya gonta-ganti, making you want to keep taking pictures of it!

Cakep pake banget. Sama kayak Bradenburg Gate kemarin, gue suggest kalian yang mau ke sini untuk visit Charlottenburg Palace at night karena lampunya bagus banget!

Vibesnya warm banget x)

Crowd malem itu lumayan rame dan ada live music :3 We then had these for dinner:

Ada small ketchup and mustard machines yang boleh kita pake. The sausages were huge dan bener-bener ngenyangin!

20:10 – Balik ke apartment tapi mampir ke Burger King dulu sejenak untuk beli breakfast karena besok pagi-pagi buta kita akan berangkat ke Zürich.

This post marks our last day in Berlin. Meskipun sama-sama kota metropolitan, Berlin leaves a slightly more memorable touch in my heart dibanding Stuttgart. Gue lumayan in awe sama effort governmentnya dalam ngebangun dan ngebuat museum-museum yang not only sangat informative, tapi juga modern, enak dipandang mata, dan nyaman untuk diexplore.

I would also like to give one more credit on how beautiful Bradenburg Gate and Charlottenburg Palace di malam hari sampe-sampe kedua tempat itu berkesan banget buat gue even sampe sekarang. I’m really glad we (last-minutely) decided to give Berlin a chance ‘cos it surely didn’t disappoint 🙂

Expenses untuk berdua:

  1. 2 Day pass tickets: € 14
  2. Lunch Curry 36: € 9
  3. Beli Nivea creme: € 1.75
  4. Beli minum: € 0.9
  5. Ngopi dan beli cake di Röststätte: € 11
  6. Beli hotdog di Charlottenburg Christmas market: € 8.5
  7. 2 single journey tickets: € 5.6
  8. Beli Burger King dan coke: € 5.48

Total:  € 56.23 (atau Rp 899.680)

Important tips:

  1. Biar gampang, let’s say exchange rate yang kita dapet: 1 € = Rp 16.000.
  2. Both Topography of Terror and Palace of Tears don’t have entrance fee alias bisa diakses gratis.
  3. Kita dikasih tau Grace untuk beli Nivea creme to help with our dry skin and lemme tell you this: it frickin’ worked like a charm!! Tube / packagingnya biru tua dan ada tulisan Nivea creme warna putih di bodynya ya. Thanks Grace for the info!
Summary
Topography of Terror, Die Bude, St. Hedwig’s Cathedral, Berlin State Opera, Berlin Cathedral, Röststätte Berlin, Palace of Tears, Christmas market at Charlottenburg Palace, Burger King.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *