2 December 2019

08:00 – Beres-beres packing ‘cos we’re leaving Stuttgart for Munich today! Awalnya jadwal kereta kita itu pagi jam 8:14 am (lumayan cari penyakit juga kan sepagi itu haha), tapi beberapa hari sebelum kita berangkat ke Europe I got an email notification saying that the timetable has changed. Begitu gue cek di aplikasi DB (aplikasi train di German), jam departure kita udah berubah ke siang jam 14:14. Aga nanggung sih jamnya jadinya, but eventually we managed to squeeze a quick sightseeing pagi-pagi sebelum berangkat meski jadi harus gerek-gerek koper.

11:00 – Kita decided untuk visit gereja Protestan St. John’s Church (Gutenbergstraße 16) yang lumayan terkenal karena bangunannya megah dan lokasinya ada di pinggir danau kecil.

11:30 – Abis foto-foto bentar di depan gerejanya, kita masuk ke salah satu restoran random yang ada di deket sana untuk lunch (also because gue super kebelet pipis haha), namanya Pizzeria Trattoria (Senefelder Str. 32.)

Nah pas mesen makanan, gue milih a selection of meat on the menu sementara hasben kepo nanya ke waiternya apa dia punya rekomendasi atau ngga. Wkwkwk padahal doi itu susah banget nolak atau say no to people, jadi gue udah bisa nebak apapun yang disuggest si waiter pasti akan diiyain ama doi even if he wasn’t impressed with the recommendation. Udah gitu emang dasar tu waiter 1/2 rasis dan aji mumpung, eeh dia suggest ke hasben a “rice meal similar to risotto” yang belum ada di menu. Gue cuma diem aja dan ga interupt their conversation meski telepati gue saat itu lagi transmitting message to hasben, “Ati-ati napasnya bau tom yam, jangan-jangan ada udang dibalik bule” hahaha. But jokes aside guys, it really was a dangerous move untuk mesen sesuatu yang ga ada di menu dan kita gatau harganya (at that time of course hasben juga segan dan ga nanya harganya dulu), jadi menurut gue sebisa mungkin hindari hal seperti ini.

This was my meal and it was supeeeeer delicious! While pasta etc di sana rata-rata harganya € 7-10, meal gue ini harganya € 12.5.

As usual dikasih complimentary bread.

Now guess what, meal hasben juga dicharge semahal itu except his food looked like bubur bayi Milna with lots of kunyit and very very little meat haha grr 🙁 Terus rasanya kayak bubur dikasih obat batuk dari Kimia Farma, baunya aneh banget deh pokoknya haha. Yah pelajaran deh buat hasben xD

Gue rasa karena udah merasa berhasil menipu melobby hasben, the waiter came again and offered us a champagne of some sort, dan langsung gue timpali ga pake lama, “It’s on the house right?” and yes of course it was!

Such a cozy lunch.

12:30 – Abis makan kita jalan-jalan some more di sekitar gereja St. John dan masuk ke dalem untuk berdoa kilat 🙂

Gorgeous!

Udara siang itu super adem dan vibe di sana juga serene banget. It was such a nice afternoon dan andaikan gue bawa iPad, it’d be so cool to sit down in front of the lake and draw.

13:15 – Sampe di Stuttgart Hbf. Meski train kita berangkatnya sejem lagi, tapi it’s always better untuk jaga-jaga stand by di station daripada berangkat mepet-mepet.

Wuii meskipun ada construction but it’s still quite a pretty cool spot kan?

Terus kita jajan minuman ini buat di train. Minuman gue yang kanan itu semacam jus buah, and it tasted so frickin’ good!! Besok gue kasih liat yang versi 1 liternya, sampe akhir perjalanan kita we ended up purchasing and trying all of its flavors. Enak banget sumpha.

Anyway minusnya nunggu di train station yang terbuka adalah… dingin banget anginnya! >:|

Kantong plastik to the rescue 😀

14:14 – Cus ke Munich using ICE train!

Muka kita abis seruput bir beberapa kali: mata gue langsung merah dan muka aga panas, and hasben? Well doi hampir berubah jadi Magikarp.

17:05 – Sampe di Munich Hbf. Karena kita ada janji ketemu temen SMA dulu, we decided to store our luggages di tempat penitipan koper di station. Nanti abis selese jalan-jalan baru kita balik ambil koper dan cus ke apartment.

Anyway, meet our high school friend, Yosepha!

Kita spent the night strolling around Marienplatz, which is the big square in the heart of Munich city. Gue masih inget banget vividly betapa grand dan ramenya Marienplatz malem itu, or lebih tepatnya.. Munich malem itu. Karena Hbfnya aja beda buanget sama Stuttgart punya! Hbf di Munich itu ruameeeee and busy banget, dan abis ngobrol-ngobrol ama Yosepha kita baru sadar bahwa Stuttgart memang in the first place not so much of a tourist destination, ga kayak Munich.

Gila merry banget ga sih viewsnya? Munich itu left such an amazing impression immediately di gue and in my opinion it’s effortlessly beautiful dari segala angle.

One thing that was a bit unfortunate buat gue, adalah meski I love their Christmas market, gue juga ngerasa sayang karena gedung-gedung di square itu jadi kehalang. Untuk itungan pertama kali visit kan gue pengennya liat full body gedungnya, bukan cuma half body. Hahaha. But it’s no big deal, the Christmas market itself juga very interesting to see and that in fact was one of the reasons we chose to travel di bulan December, supaya kita bisa experience European Christmas markets yang terkenal.

Kita diajak Yosepha keliling dari ujung yang satu ke ujung yang lain, dan di hari kelima (our last day in Munich) we went back to these places again untuk cari makan dan sightseeing di siang hari. Nanti detail tempatnya gue jelasin di post hari itu ya.

18:30 – Had our dinner at Augustiner Stammhaus (Neuhauser Str. 27.) Menurut Yosepha ini salah satu restoran yang terkenal dan disukain orang lokal. We thought so too karena tempatnya rame banget dan di dalem restonya hampir semuanya orang bule! Glek. Gue sampe bilang it felt kinda weird walking around being the only Asians, meskipun ga lama setelah kita makan ada another Asians yang masuk dan duduk deket kita sih.

Oh ya selama liburan beberapa hari ini di German, gue ama hasben juga sering banget caught someone (biasanya orang tua yang udah aga berumur) staring at us on the train / tram. Sering pake banget. Hahaha. And they stared for quite a long time. Well apapun itu alesannya it didn’t bother us that much, cuma kita sempet sekilas cerita ke Yosepha about this.

These were our meals btw:

HOLYMOLY LOLYPOLY look at that sexy pork.

Gue lupa ini apa, tapi kalo ga salah Yosepha pesenin Radler rasa lemon or something? Pokoknya ini bir terenak yang gue minum di trip kemarin. Besok-besokannya I tried to buy or order something similar tapi ga pernah dapet yang seenak ini lagi.

Makanannya semua enak pake banget. Dan porsinya gede pake banget. Thanks so much to Yosepha, not only kita udah ditemenin, kita juga ditraktir these awesome foods!

19:30 – Selese makan and we parted ways after hours and hours cas cis cus belalang kuncus alias ngobrol. Kita langsung jalan balik ke Munich Hbf dan pulang menuju apartment kita.

Fun fact: kita naik U-Bahn ini (U1) pas perjalanan ke apartment, dan meskipun designnya classic, jalannya cepet buanget!! Tapi karena vintage bunyinya aga berisik gradak-gruduk gitu sih, but still it was pretty cool 😀

21:30 – Sampe di Tatiana’s Apartment yang akan jadi rumah kita beberapa hari ke depan. Both of us agreed that this was the best accomodation we had in this Europe trip. Kamarnya gedeeeee dan cozy buanget! Omaigat setelah tinggal di apartment Stuttgart yang kayak hobit house itu, gue berasa hidup gue baru aja diupgrade hahaha.

Terus meskipun WC-nya sharing sama 2 atau 3 tenants lainnya, it was always clean. Gue gatau apa gue hoki aja mandi di jam mereka belum mandi atau emang selalu constantly dibersihin (unlikely sih ini, kayaknya most probably gue hoki mungkin tenant lainnya ga jorok), tapi pengalaman gue sharing WC di sana itu bagus. Everything on this apartment juga modern banget mulai dari kitchen sampe WC, terus di dalem WC hostnya kasih a selection of ZARA and other branded perfume yang boleh kita pake. Karena gue bukan pecinta parfum (I kinda hate it actually), gue ga pake sama sekali, hasben on the other hand was sold the moment he saw those perfume bottles. Sampe sekarang he couldn’t stop talking about this wkwk. Maklum pas SMA doi adalah ketua cult penyembah wewangian di Jakarta Utara, jadi dia emang cinta banget ama parfum dari dulu. Ok next.

Beberapa hal minus dari apartment ini though: kamar kita ga ada kuncinya, meaning siang hari pas kita pergi kita ga bisa 100% secure our luggages (padahal di kamar lain juga ada tenant lain.) Terus kedua, lampu kamar kita rusak, jadi kalo malem kita cuma dapet cahaya dari lampu meja dan lampu IKEA yang kayak lilin itu (kalo siang hari si ga masalah karena banyak natural light.) Thankfully everything went well sih di sana, luggages kita juga aman-aman aja. Kalo ada dari kalian yang baca ini dan tertarik nyewa di sana, tanya aja ke hostnya apa ada locks di setiap kamar atau ngga.

We went to bed that night dengan perut yang kenyang, hati yang content, dan di dalem kamar yang super cozy. Everything was perfect, and we couldn’t wait to welcome tomorrow 🙂

Expenses untuk berdua:

  1. DB ticket one way Stuttgart – Munich: € 39.8
  2. Airbnb 3D2N Tatiana’s Apartment: $ 55.21 (Aslinya $ 76.49 dipotong travel credit $ 32.46)
  3. One day ticket di Stuttgart: € 10.4
  4. Lunch di Pizzeria Trattoria: € 30.5
  5. Tips di restoran: € 4.5
  6. Beli minum di Stuttgart Hbf: € 5.1
  7. Titip koper di Munich Hbf: € 3
  8. Transport ticket di Munich: € 5.2

Total:  € 98.5 (atau Rp 1.576.000) + $ 55.21 (atau Rp 795.024)
Total semua: Rp 2.371.024

Important tips:

  1. Biar gampang, let’s say exchange rate yang kita dapet: 1 € = Rp 16.000 dan 1 $ = Rp 14.400.
  2. Rasanya gue couldn’t stop talking about trains in Europe karena pengalaman kita traveling by it hampir selalu bagus dan nyaman banget. ICE train yang kita naikin dari Stuttgart ke Munich (ICE 511) punya tempat bagasi yang banyak, WC-nya bersih dan nyaman, dan wifi onboard juga working very well. Untuk mempermudah traveling by any kind of transportation system, selalu download aplikasi lokal di tiap negara supaya kalian gampang ngecekin tiket dan jadwal. Fyi mobile application kereta di German namanya DB Navigator dan iconnya abu merah ya guys.
  3. Kalo kalian bukan tipe yang suka ngecekin email all the time, make sure you do kalo abis booking tickets online supaya ga miss info apa-apa just in case ada perubahan jadwal (kayak yang terjadi sama kita di atas.)
Summary
St. John’s Church, Pizzeria Trattoria, Stuttgart Hbf, Munich Hbf, Marienplatz, Augustiner Stammhaus, Tatiana’s Apartment.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *