4 May 2019

10:40 – Had our late breakfast / early lunch / brunch di Mark’s Kitchen di dalem Haizhu Hopson Life Center. Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah karena pas kita ngelewatin restoran ini, chefnya lagi ngegrill beef dan wanginya ajubilah chubbitus meletus balon hijau.

Rasanya lumayan enak, tapi sayangnya porsinya cuma seiprit dan harganya lumayan pricey (kata ngko gue mungkin karena makanan Western).

11:30 – Jalan menuju Panyu Lotus Hill / Lian Hua Shan. How to go there: naik MRT, turun di Shiqi Station exit A, terus lanjut naik bus no. 92 atau 93 (kita naik 92).

12:45 – Sampe di Lotus Hill. Lotus Hill ini adalah national park yang luaaaaaaaaaaaas banget dan isinya consists of huge lake, ancient stone hills berumur 2000 tahun (!), pretty cliffs, taman, kolam bunga lotus, pagoda, temple, scenic spots to take pictures, the biggest Goddess of Mercy statue in the world / patung Dewi Kuan Yin terbesar di dunia (!), dan masih banyak lagi. Jaraknya ga gitu jauh dari Guangzhou (30 km), dan dalemnya juga cakep banget meski berada di tengah-tengah kota; thus making it a perfect choice buat kita visit di hari terakhir perjalanan di China ini.

Entrance-nya aja cakep! Ugh <3

Kalo kemarin gue sebut Baomo Garden itu gede, this one right here is HUGEEEEEE PAKE CAPSLOCK. I’m not kidding, dan hampir setiap sudut tempat ini leaves me in awe because of its beauty.

Too bad hari itu hujan gerimis on off seharian. Jadi kita jalan-jalan pake payung deh.

Sho pretty.

Last group picture before heading home 🙂

Lake ini adalah starting point kita, little did we know.. masih banyak banget yang bisa kita explore hari itu.

Mulai masuk ke dalem Lotus Hillnya.

Thankfully begitu kita masuk, hujan udah berhenti.

Karena habis hujan dan banyak pepohonan, udara di sana sejuk dan nyegerin banget.

Meski kita dateng hari Sabtu dan pas tanggal merah, hari itu tempatnya ga gitu rame sama pengunjung (I don’t know why, but thank God :p), well mungkin karena kita dateng pas belum musim lotus kali ya.

A bunch of lotus ponds.

Cakep banget.

Wow this one’s so pretty.

Nah ini kolam lotus yang masih botak karena belum musim. Sayang bangetttt 😐

Abis itu we got to see the better part of this place: the hills!

Ok this one, gue nunggu beberapa menit buat couple di foto ini pergi, tapi mereka tak kunjung bergeser ^.^” jadi ya udah deh cus jepret wae.

Gi to the la. Liatlah bagaimana this very huge and pretty place berada di tengah-tengah kota. If only di Jakarta juga ada beginian yah.

Gila juga nih sang suami, setelah pergi seminggu sama ngko gue tampaknya nyali dia langsung berlipat ganda sampe berani meluk pinggang gue dari belakang kayak gitu haha (ahem uhuk ormally he’s very shy and jaim di depan keluarga gue.)

Bagus banget pemandangannya :3

Abis itu kita turun untuk ngejelajahin hillsnya dari bawah.

Whoa.

Now this place is so cool!

Kalo ga ada ngko gue mungkin gue udah minta difotoin gaya supermodel lagi yoga. Ugh keren banget tempatnya!

Salut banget sama Chinese people sometimes, menurut gue they have a really great taste in preserving / combining ancient stuffs with modern touch.

Whoa yang ini keren banget.

Despite banyak banget warning untuk ga manjat karena bahaya, selalu ada aja a bunch of parents dan grandparents yang encourage anaknya manjat terus difoto-foto 🙁

Setelah lotus ponds dan hills, kita ketemu tangga nanjak menuju temple. At this point kaki gue udah hampir berubah jadi jenggot merlin.

Nah ini dia templenya.

Patung Buddha di dalem templenya.

Di depan temple ada satu pagoda yang isinya.. nothing. Hahaha. Tapi kalo kita naik ke paling atas, kita bisa ngeliat pemandangan di sekitar temple itu. Of course we (minus ngko gue) went up karena penasaran.

Itu pagodanya yang ketutupan pohon.

Nah dari pagoda itu keliatan patung Dewi Kuan Yin ini (katanya terbesar di dunia!) Sayang banget banget banget pas kita ke sana, patungnya lagi closed for public D’: huwaaa sedih!

Sang suami langsung hyper dan semangat banget when he realized itu patung yang difeatured di film Sun Go Kong jaman kita kecil dulu lol.

16:00 – Habis dari temple ini, ngko gue ngajak balik. Tapi karena masih ada 1-2 tempat yang belum kita explore, gue told him to wait somewhere sementara gue pergi ngecek satu tempat lagi yaitu Lotus Pagoda. Tempatnya sendiri aga jauh dari kompleks taman yang ada hillsnya, tapi gue penasaran karena tanggung udah sampe sana. Ngko gue pun duduk di pinggir danau sembari nungguin kita lanjut jalan lagi.

Sore itu, ujan lumayan gede mulai turun! Gue sama hasben sampe jalan cepet-cepet kayak lagi dikejer hantu.

Nyempetin foto di tengah ujan. Abisnya look at those sunflowers, who on earth could resist?! :p

It took us 30 mins fast-walking untuk sampe ke tempat pagodanya, and not only by then ujan udah cukup gede sampe kita harus berteduh, di sana juga ternyata ga gitu ada apa-apa ^,^” while I did not regret going there at all karena gue emang suka exploring places, I don’t suggest you guys untuk kepo main ke sana apalagi kalo udah pegel (dan ujan!)

Pagodanya tinggi banget dan dalemnya gelap, sempit, dan serem (haha mungkin karena mendung juga sih. Anyway we didn’t go in.) Di sana ada a bunch of papan kayu gimmick buat kita nulis pesen / doa, so of course we wrote ours and hanged it there 🙂

Gue nulis sementara hasben mayungin kita berdua plus motoin tangan gue. Gila kan dedikasi travel blogger(s) ini :p

To many more trips together F <3

17:00 – Kita nyampe di tempat ngko gue nunggu, dan langsung berlari-lari kecil balik ke MRT sambil humming Kuch Kuch Hota Hai. Karena cuma gue yang bawa payung, ngko gue dan sang suami udah soaked in rain at that time. Mereka berdua sih santai banget, gue yang payungan malah yang super kuatir takut mereka masuk angin (ditawarin Antangin kaga mau lagi tuh berdua).

18:55 – Kita sampe di destinasi terakhir hari itu, yaitu Taikoo Hui Mall. Mall ini baru dibuka tahun 2011, dan considered as high-end mall yang modern dan futuristik. Baru nyampe aja kita langsung disambut sama wc yang designnya modern banget (karena malu kaga gue foto haha) tapi di dalem bilik wcnya ada kaca segala! Wow.

19:30 – Had dinner di food courtnya.

Mine. Sebenernya enak banget, tapi dagingnya aduh gila pelit parah.

Abis itu kita jalan-jalan di mallnya sebentar dan nemu this pretty cool place yang isinya nyampur dari bookstore, cafe, tempat pameran, dan pop-up stores baju dan craft.

Satu dari dua orang di beberapa foto di atas ini cuma posing dan ga bener-bener lagi ngeliatin buku; siapakah dia? :p

This place is huge.

Pameran barang-barang unyu: dari essential oils and stuffs, barang-barang keramik, buku, sand art, etc.

20:45 – Nyobain kopi di Wagas since it looks pretty legit dan kita belum nemu kopi yang bener-bener enak selama di China. We were right, they have pretty tasty and great coffee!

21:35 – Balik apartment dan siap menutup hari 🙂

Crazy step count hari itu.

Oh ya, before I close this post, gue mau ngereview beberapa snack yang gue beli di China (yang belum gue sebut di hari-hari sebelumnya):

Minuman banana kayak yang di Korea (gatau KW apa emang yang di Korea keluarin versi Chinanya), rasanya as expected, enak!

Di bawah ini snack yang gue beli di Muji: kentangnya lumayan enak, dan yang bulet-bulet strawberry ini super duper enak menurut hasben.

Beef jerky di bawah ini gue beli di Miniso (kalo ga salah harganya CNY 10, pokoknya murah meriah!)

Isinya sachet-an kecil kayak begini.

Penampakan dagingnya. Beefnya sendiri chewy, tapi rasanya ga sampe enak banget. It was pretty unique though!

Terus last but not least, I’ve mentioned this before di post Thailand Trip 2018 lalu; this yogurt right here is the best of its kind!

Wenak!

Okay that’s it about the snacks 😀

Tanggal 5 May pagi kita cus ke airport untuk balik ke Jakarta. 9 hari berlalu and I’ve missed Indo food so much! Thanks so much untuk koko gue yang udah sabar nungguin gue dikit-dikit stopping for photos, and for being a friendly tour guide. Thank you China for the sweet memories, amazing day and night views, big portion of food, several culture shocks, and for every single insecurity that you gave me :p Hopefully I’ll see ya again soon 🙂

Expenses untuk berdua:

  1. AirAsia Guangzhou – Jakarta tanpa bagasi: Rp 1.409.733
  2. AirAsia Guangzhou – Jakarta dengan bagasi: Rp 1.936.789
  3. Belanja minum dan snack di supermarket: CNY 31.7
  4. MRT: CNY 66
  5. Jajan madu coffee dan oolong tea: CNY 22
  6. Papan doa di Lotus Pagoda: CNY 15
  7. Dinner bertiga: CNY 149
  8. Large ice latte di Wagas: CNY 33
  9. Makan di KLIA tanggal 5 May: RM 69.9

Total: Rp 3.346.522 + CNY 316.7 + RM 69.9

Grand Total of all expenses: Rp 16.575.898 + RM 127.7 + CNY 2,421.2
Grand Total of all expenses kurang lebih dalam Rupiah: Rp 22.094.598

Important tips:

  1. Tiket masuk Lotus Hill harganya CNY 54 per orang, tapi karena pas kita ke sana lagi tanggal merah, tiket kita didiskon 20% jadi CNY 43.
  2. Lotus festival di Panyu Lotus Hill takes place around June – August setiap tahunnya. Karena kita ke sana bulan May, kolam lotusnya pada kosong / botak-botak, dan bunga yang blooming juga belum terlalu banyak / gede. Aww too bad.
Summary
Haizhu Hopson Life Center, Mark’s Kitchen, Panyu Lotus Hill / Lian Hua Shan, Taikoo Hui Mall, Wagas.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *