14 June 2018

09:00 – Bangun dan have breakfast. Makanan di restorannya tipe buffet simple gitu. Restorannya sepi (mungkin karena kita makan paginya pas udah mepet jam berakhir breakfast juga sih), pilihan makanannya minim dan udah pada mau abis, dan rasanya super duper standard.

Hopefully they will improve their food soon! Sayang resort se-ok ini tapi makanan di restorannya memble banget.

11:30 – Nyobain fasilitas Sand Spa di resort sekalian check out. Now I’ve never seen anything like this before jadi gue lumayan surprised and excited to try!

Syarat untuk menggunakan fasilitas ini adalah minimal berumur 16 tahun dan ga darah tinggi. Jadi sebelum masuk kita semua akan ditensi untuk dicek tekanan darahnya. Pretty unique huh! xD

Abis itu kita disuruh ganti baju pake kimono (pakaian dalam dipake aja karena kimononya juga loose gitu) dan nanti disediakan locker untuk naro pakaian, tas, sendal / belongings kita. Di sana juga ada kamar mandi untuk yang mau bilas badan afterwards. After that satu persatu kita tiduran di atas sand bed yang udah disediakan, dan nanti ada mas-mas yang ngubur kita pake pasir itemnya. Katanya sand spa ini bagus untuk kesehatan and everything, cuma karena pasirnya anget (ga ampe panas banget, just nice for me) spa ini bisa naikin tekanan darah orang yang lagi dikubur, that’s why yang punya darah tinggi dilarang mencoba.

Kita didiemin begini selama kurang lebih 30 menit. Honestly karena tempatnya sepi pengunjung (cuma ada kita), suasananya sunyi senyap and zen banget. Sang suami dan om gue sampe ketiduran. Lucky themmmm karena gue dan sepupu cowo gue ended up kinda kebosenan setelah 15 menitan hahaha gembel. Ok honestly gue nyobain this facility sambil worrying about 1) males harus bilas badan, 2) apakah rambut gue kena pasir atau ngga. Stoopid me karena apparently 1) ga mandi pun gapapa, tinggal keprak-keprak pasirnya pake anduk and you’re good to go! Malahan kalo kena air nanti pasirnya lengket di badan. I didn’t take a bath afterwards and I felt just as good. 2) Rambut gue aman! Geblek haha. So if you’re planning to try this anytime soon, try not to worry about anything, just enjoy the spa; it’s a very good one! 🙂

12:30 – Setelah selesai sand spa, kita jalan-jalan keliling resort dan foto-foto sebentar sebelum leaving the place.

Ada playground mini, cocok banget deh buat tempat liburan anak-anak!

13:15 – Jalan menuju ke Kawah Putih. Hari itu restoran pada tutup karena mau lebaran, jadi kita sempet aga kesusahan cari makan. Luckily di pintu masuk menuju kawah putih ada sederetan warung dan tempat makan, and without further babibu we chose to eat CFC (lol, maklumlah anak muda :p) Abis selese makan kita langsung naik mobil dan lanjut jalan ke kawasan Kawah Putih (kurang lebih 5 km driving dari pintu masuk.)

14:45 – Sampe di Kawah Putih. Harga tiket masuk mobil di pintu masuk kawah putih adalah Rp 150.000. Kalo kalian ga bawa kendaraan, pengelola menyediakan shuttle car dengan harga Rp 35.000/orang. Jadi kalo pergi ke sananya cuma sendiri atau berdua (dan tanpa kendaraan pribadi), don’t worry karena ada fasilitas shuttle car.

Ini pertama kalinya gue ke Kawah Putih and I gotta say, man it’s super beautiful. Pada saat memasuki kawasan craternya, kita akan nemuin himbauan untuk menggunakan masker dan tidak berlama-lama di daerah crater lebih dari 30 menit karena bisa menyebabkan pusing dan mual. Fyi jadi Kawah Putih ini adalah danau yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, dan di tanahnya terdapat campuran belerang yang mengeluarkan bau lumayan menyengat. Belerang inilah yang bisa bikin kita jadi mual dan pusing-pusing. Meski rombongan gue yang lain didn’t seem to be affected very much, setelah setengah jeman lebih di bawah gue indeed ngerasa aga dizzy dan idung gue meler! Hm gue ga gitu yakin if it’s related to belerang or not, tapi gue definitely langsung not feeling very fit.

Di belakang gue itu viewing dock untuk lansia yang ga sanggup naik turun tangga. Jadi dari viewing dock ini kelihatan pemandangan craternya dari atas.

Tangga turun menuju crater. Ga banyak tapi ya naiknya lumayan bikin gue ngos-ngosan uga :p

Meski keliatannya biasa aja, gue actually struggled a lot untuk naik ke batu ini karena batunya tinggi (harus dibantu ‘push’ dari bawah sama sang suami)! Haha. Meanwhile sang suami dan sepupu cewe gue yang semampai (yang umurnya baru 15 tahun) gampang banget naik turun sendiri T_T

Di sana juga ada jembatan gimmick (haha) yang lumayan panjang, goyang-goyang dikit, and old. Diujung jembatan itu ada mini viewing dock buat foto dan ngeliat pemandangan. Tiket masuk ngelewatin jembatan ini adalah Rp 10.000/orang (aga pricey and ga gitu penting sih). It’s totally ok to skip this one menurut gue, tapi kalo mau bayar ya sok atuh silahkeun uga 🙂

Oh ya di sana juga dingin buanget (for me haha – for yang lain gatau deh :p sang suami sih keliatan biasa aja ^,^”) so if you can’t really stand cold (like me), bawa jaket / cardigan ya.

16:00 – Meninggalkan Kawah Putih dan menuju tempat penginapan kita terakhir kita untuk malam ini. Lokasi penginapan kita lebih di atas lagi dibandingkan Kawah Putih dan tempat kita nginep kemarin, and a long the way we drove past these very very beautiful seceneries of tea plantation:

Menjelang sore, cuaca jadi aga mendung dan kabut mulai menutupi pemandangan :’) Gila pemandangannya bagus buanget nget. These pictures didn’t even do justice for the actual views I witnessed.

Wow.

17:00 – Sampe di Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey (Jalan Raya Ciwidey Situ Patengan KM. 39). Sesaat sebelum kita sampe, gerimis mulai turun dan kabutnya udah jadi tebel banget sampe menurut gue it wasn’t safe anymore to drive! Untung banget kita sampe just in time :’)

Tada!

Jadi Glamping site ini menyediakan sederetan tenda gede yang letaknya di depan danau Patengan / Patenggang (hence the name: Lakeside). Tenda ini isinya luaaaaaas dan lega; enough untuk 10 people according to their website. Di dalam tenda kita ada 2 ranjang, 4 extra bed di lantai, 2 wc dengan air panas, handuk, slippers, cups, tea etc, and water boiler. Honestly ranjangnya ga bersih-bersih amat dan di dalam tenda kita ada spiders and other bugs, but we should definitely expect that since we’re glamping in nature, right? Instead of freaking out gue berusaha enjoying my time there (and I did!) dan of course selalu ngescan wc dari binatang terlebih dahulu sebelum mandi hahaha xD

Pretty cozy actually.

18:00 – Abis mandi dan beres-beres, kita jalan ke the only restoran they have di sana yaitu Pinisi Resto. Meski cuma jalan kaki seiprit tapi udara malem itu dingin buanget (mungkin karena abis ujan.) Anyway restoran ini gede, bagus, dan berbentuk seperti kapal. Sayangnya malem itu mereka abis ada acara dan makanannya hampir sold out semua 🙁 pffft. Again, another restaurant di tempat yang oke yang harus membenahi servis mereka.

Jembatan panjang menuju restoran. Kapasitasnya maximum 10 orang dan dihimbau untuk melewati jembatan ini bergantian.

Whoaaa.

Cuma dikasih paha bawah yang kecil 🙁

We had our dinner seadanya (still tasted quite good sih for me meski dagingnya minim) and went back to our tent to rest 🙂

Expenses untuk beberapa hal yang gue inget (dalam Rupiah):

  1. Satu tenda 2D1N di Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey: 3.200.000
  2. Tiket masuk ke Kawah Putih untuk mobil: 150.000
  3. Tiket melewati jembatan kayu di Kawah Putih: 60.000 (10.000 per orang)

Important tips:

  1. Pas malem, udara di dalam tent di Glamping Lakeside Rancabali itu super duper dingin so make sure you bring jacket, socks, or other essential stuffs to make yourself warm! Bener-bener dingin banget (mungkin karena sorenya juga hujan). Gue dan sepupu-sepupu gue sampe tidur pake jaket dan dua selimut. Sang suami yang suka auban ga mau bawa baju dingin (auban = ngeyel) sampe minta pinjem sweater gue (tapi kaga muat) and akhirnya ended up cuma minjem kaos kaki (itupun sempit abis) hahaha!
  2. Di Kawah Putih ga ada sinyal sama sekali kecuali untuk provider Telkomsel. Jadi kalo kalian bukan pake Telkomsel, upload foto-foto selfienya ntar ya pas udah turun gunung :p hahaha.
Summary
CFC, Kawah Putih, Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *