Remember when I said in my last Bandung 2018 post kalo gue super duper kapok liburan ke Bandung tapi takdir berkata lain karena in the near future I’ll be back again? Now I was talking about this trip, hahaha. Biasanya setiap lebaran gue dan sang suami ga kemana-mana karena chances are, kota selain Jakarta biasanya macet dan penuh turis; but this year an uncle of mine ngajakin untuk liburan bareng with his family and we said yes. Awalnya tujuannya adalah Sukabumi, tapi karena satu dan lain hal it changed last minute to Bandung Selatan. So I guess my time with Bandung isn’t up yet :’)

Sama seperti post Yogyakarta 2018, trip kali ini pun ga disertai rincian detail pengeluaran karena gue banyak ditraktir sama om gue (hihi thanks to him!) but I will still feature a couple of major or important expenses for your information. Di liburan kali ini I get to taste Bandung in a different way because instead of going to the city, we went South ke tempat yang banyak pemandangan alamnya (which I love very much.) Semoga post ini membantu dan selamat membaca! :*

13 June 2018

04:25 – Jalan dari rumah om gue di daerah Bintaro, Tangerang. I’ve said it before and I will say it again berapa kali pun, kalo mau ke Bandung, usahakan banget maksimal jalan dari rumah jam 4 am! It would be better kalo bisa 3:30 am!

08:25 – Bener-bener little did we know, ternyata puncak arus liburan adalah tanggal 13 karena lebarannya jatuh di tanggal 15. Hahaha, jadi empat jam setelah jalan dari rumah, kita baru sampe di rest area KM 39. Wow kan. Jujur aja dari jam 5an gue udah plek bobo cantik di mobil dan baru kebangun pas kita sampe rest area ;p hahaha yang kasian tuh om gue yang nyetir dari awal.

Toilet di rest area juga rameeeeee banget sampe cewe-cewe (termasuk gue, tante, dan sepupu cewe gue) ngantri di toilet cowo bayangin! Gila I have never witnessed / experienced something like that before in my life. Bener-bener no kidding banget traffic and crowd hari itu haha. As I’m typing this, I still remember how kita cewe-cewe ngantri nguler di wc cowo, dan cowo-cowo pada berdiri di belakang kita untuk make urinoir (imagine this: gue berdiri ngantri, dan exactly orang di belakang gue adalah cowo yang lagi kencing di urinoir. Jarak antara badan gue dan cowo itu paling cuma beberapa cm. Ruangannya sumpek sesek and even beberapa ibu-ibu masih dengan gatau dirinya mau nyerobot antrian.) Udah ga ada istilah halal ga halal lagi deh gue kasih tau. Semua cowo yang mau masuk toilet sampe KAGET ngeliat isi toiletnya cewe semua lagi dempet-dempetan, dan mereka sampe harus hati-hati banget pas kencing karena samping kanan kiri mereka bisa jadi cewe lagi ngantri T__T hahaha kasian ga sih. Seorang bapak-bapak actually ngoceh-ngoceh dengan ketus karena doi ga bisa lewat pas mau keluar toilet, “Aduh ini tuh wc cowo tau ga sih!” Hahaha gue feel bad for them, tapi ya gimana, wc cewenya juga nguler panjang banget dan antriannya ga abis-abis. Gila it was such a chaotic moment buanget.

09:20 – Setelah perang antrian di toilet dan takeaway Burger King untuk breakfast di mobil, kita hit the road again jam setengah sepuluhan. Selama kita di rest area, petugas rest area terus-terusan ngasih pengumuman via toa agar orang-orang di dalem ga ngetem kelamaan karena banyaknya mobil yang stuck di pintu masuk. Ckckckck scary deh.

12:00 – Kita turun tol di Bandung Selatan. Setelah dari rest area, gantian sang suami yang nyetir and thankfully the traffic got much better. Karena kita udah pegel dan it’s lunch time, kita memutuskan untuk stop di any restaurant that we found a long the way.

12:15 – Mampir di Happy Farm Ciwidey (Jl. Raya Ciwidey KM. 33,7). Tempatnya luas banget, pemandangannya lumayan ok, dan ada little animal farm di sana. Sayangnya restorannya sendiri hari itu belum fully functioning sehingga banyak makanan yang ga ready (seperti nasi dan beberapa sayur). Yang lebih disayangkan, pelayan di sana kurang tegas ngasih tau kita kalau mereka belum bisa provide food. Instead of telling us the truth, mereka cuma bolak-balik nyatetin orderan kita dan konfirmasi beberapa puluh menit setelahnya kalo ini itunya belum ada jadi makanan kita ga bisa diproses. Very odd actually. Harusnya jangan buka dulu kalau belum siap menyajikan makanan ke customer. Kita ended up cuma makan cemilan, liat-liat binatang, dan foto-foto sejenak di sana.

Pretty cool views!

Our ‘foster parents’ in this trip :p

13:40 – Lanjut nyetir untuk nyari restoran buat lunch beneran. Kita jalan naik terus ke atas and decided untuk mampir di Saung Gawir Restaurant (Jl. Raya Ciwidey KM. 6). Entah apa karena gue laper banget atau karena emang makanan di sana ok, tapi in my memory I really really enjoyed their food. Cabenya definitely pedes dan enak. I ate a looooooot di sana.

Beberapa minus point dari tempat ini: 1) banyak laler, 2) gurame kita bau tanah banget. Tapi yang nomor 2 didn’t bother me that much (again mungkin karena udah kelaperan haha).

Sama kayak di tempat sebelumnya, restoran di sini juga lumayan gede dan dari parkiran kita bisa ngeliat this beautiful scenery:

15:10 – Jalan dari Saung Gawir Restaurant menuju penginapan kita.

15:25 – 15 menit setelahnya kita sampe di Ciwidey Valley Resort (Jl. Barutunggul KM. 17), tempat kita nginep untuk malam pertama. Awalnya om gue mau nginep di satu tempat doang, tapi karena penginapannya pada penuh, kita jadi spent two nights nginep di dua tempat berbeda.

Tempatnya gedeeeeeeeee buanget, very nice, very green, fasilitasnya banyak, cocok banget buat keluarga dengan anak kecil, dan pelayanannya juga ok. Sarapannya crap though, but we’ll get to that tomorrow. Kamarnya gue bilang standard, tapi untuk ukuran hotel di Indo dan bukan di tengah kota gede, it was very nice, clean, and decent. Fasilitas yang gue maksud adalah kolam renang dan sand spa gratis (!! this one is so unique, akan gue bahas besok) untuk orang yang nginep di sini. Overall I’d give this place a 9 out of 10!

17:00 – Terus di sana ada kolam renang yang merangkap sebagai kolam air panas (basically kolam renang yang airnya panas hahaha) and my cousins asked me untuk berenang bareng. Awalnya gue gamau karena gue lagi pilek and my body that time was like an orca alias lagi bengkak-bengkaknya (bahahaha I was sorta feeling like a big cece yang takut dibully dede-dedenya :p), tapi eventually setelah dibujuk-bujuk I joined them and boy I’m glad I did. Udara di sana dingin and it makes pipis berendem di kolamnya enak banget! Hahaha sumpah canda guys, canda! Jangan pipis di kolam ya! xD Anyway selain kolam renang, di sana juga ada waterpark mini macem di waterbom (dengan scale yang jauh lebih kecil dan simple.)

Kolamnya gede tapi super duper cetek; bukan buat berenang punya.

:*

18:00 – Beres-beres, mandi, dan ketiduran sebentar saking capenya semuanya :p

20:00 – Karena pilihan restoran untuk dinner di sana ga gitu banyak (and we totally couldn’t rely on the resort’s restaurant), gue cari restoran terdekat di Gmaps and it was Capitola Café Bandung (Jl. Kurunangan, Alamendah), yang jaraknya cuma beberapa ratus meter dari resort.

Cafenya gede, cakep (sayang kita datengnya malem-malem), semi-outdoor, ada rooftop terbuka buat nongkrong, dan makanannya pun menurut gue enak. Cuma kalo ga salah inget pelayanannya super duper lama meski malam itu pengunjungnya ga banyak. Gue mesen ayam geprek and I liked it very much (even though cabenya pelit banget dan nasinya kelembekan.)

Di rooftopnya.

21:00 – Jalan balik ke resort untuk beristirahat.. and that marked our first night in Ciwidey 🙂

Expenses untuk beberapa hal yang gue inget (dalam Rupiah):

  1. 2 Superior Rooms di Ciwidey Valley Resort for 2D1N: 1.700.000 (850.000 / kamar)
  2. 1 Extra bed di Ciwidey Valley Resort: 350.000
  3. Tiket masuk Happy Farm Ciwidey: 120.000 (20.000 / orang, nanti karcis bisa ditukerin sama susu)
  4. Ngasih minum susu ke sapi di Happy Farm Ciwidey: 40.000 (20.000 / botol)

Important tips:

  1. Kalo ga nginep di Ciwidey Resort Valley, kalian masih bisa menggunakan fasilitas kolam renang dan sand spa mereka dengan harga masuk ke resort Rp 20.000 / orang, harga masuk kolam renang Rp 50.000 / orang, dan harga sand spa Rp 50.000 / orang (harga bulan June 2018). Kalo nginep di sana semua fasilitas free.
  2. Harga makanan di restoran Saung Gawir dan Capitola ga gue catet, but it was definitely affordable.
Summary
Happy Farm Ciwidey, Saung Gawir Restaurant, Ciwidey Resort Valley, Capitola Café Bandung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *