7 May 2018

09:00 – Bangun, beres-beres untuk check out, and have breakfast di bawah.

10:45 – Jalan ke Candi Prambanan (Kranggan, Bokoharjo, Prambanan). Awalnya gue taro destination ini di itinerary sama om tante gue, but they all refused to visit karena males, panas, dan ga gitu pengen (T_____T) hahaha well honestly I did expect that sih. Gue emang udah bilang ke mereka in advance bahwa di sana pasti panas dan mereka mungkin ga suka.

Anyway, karena sang suami belum pernah ke sana, dan terakhir kali gue visit the place was 15 years ago, we decided to visit no matter what. Sebenernya jadwalnya aga mepet karena we need to leave Jogja this evening, tapi kita bela-belain try to make it work :>

Setelah check out dari hotel, kita – lengkap bersama dua koper – naik Grab ke Prambanan untuk menghemat waktu (dan karena udah ga ada supir). It took us around 40 minutes untuk sampe sana dari Hotel Santika (Jogja ini aga macet juga loh jalanannya.) Sebelumnya gue udah search terlebih dahulu, and thank God di Candi ada jasa penitipan bagasi (tidak dipungut biaya), so it was very convenient untuk turis kayak kita yang abis itu langsung mau ke airport. Phew! :>

11:20 – Sampe di Candi Prambanan. Abis beli tiket dan ngurus penitipan koper, kita pun masuk untuk explore the never-seen-before-by-my-husband-Candi-Prambanan! :p

Udah terik, pake baju item lagi. Hahaha smart ya aqu.

Gila how delicate ukiran di batu-batunya… Gue sampe cengo ngeliatnya..

Hari itu pengunjungnya ga gitu rame (mungkin karena it was Monday afternoon) jadi it was not so hard to take pictures tanpa terganggu orang lain 😛

Anyway Candi Prambanan ini kompleksnya gede banget dan di bagian candi-candinya sama sekali ga ada pohon; jadinya it was super duper hot and dry there. Jadi jangan lupa kalo mau ke sini: bring umbrella (fyi a hat is not enough!), sunblock, sunglasses, and bottled water!!

Awww :p btw kita ngobrol sama supir kita pas di mobil dan kata doi kalo masih pacaran tidak disarankan ke Candi Prambanan berduaan, karena konon hubungan asmaranya bisa kandas hahaha. Mungkin juga sih secara sejarahnya Prambanan kan not for happy ending lovers ya.

Nah those were the ‘happy pictures’ of Prambanan that I took. Now for the unhappy ones…

I wouldn’t lie, memory terakhir gue akan Candi Prambanan definitely not like this. Gue sempet kaget dan sedih banget ngeliat banyaknya puing-puing reruntuhan di mana-mana. Di depan pintu masuk candi ada papan pengumuman yang isinya menceritakan sedikit sejarah dan kejadian gempa tahun 2006 lalu yang mengakibatkan massive damage pada candi.

Gue kurang tau apa pemugaran candi masih berlangsung atau ngga; apa ada hal lebih yang bisa dilakuin untuk memperbaiki kerusakan dari gempa tersebut; atau ini udah the best they can do; or what; but I really really hope pemerintah daerah (dan kalo bisa, pusat) berusaha keras semaksimal mungkin untuk mengembalikan keindahan Prambanan agar lebih menyerupai yang dulu.

Bener-bener sayang deh.. peninggalan sejarah yang begitu gagah dan mewah udah jadi ruins kayak begitu 🙁 I still remember beberapa tahun lalu temen gue orang Aussie mau mampir ke Jakarta untuk holiday, and I showed him pictures of Prambanan temple dengan bangganya, asking him apa dia mau mampir ke sini ‘cos I know he’ll like this place. Betapa sedihnya gue sekarang knowing tempat ini udah ga sebagus yang ada di foto-foto di Google 🙁 pffft.

Those ruins definitely ruined my heart… :'(

12:30 – Setelah keliling lumayan lama (sejeman doang sih tapi sumpah karena puanas banget, rasanya kita udah explore lama buanget haha) we decided untuk jalan dikit ke Candi Sewu karena tanggung udah sampe sana. Candi Sewu ini letaknya masih di kompleks Prambanan, tapi terpisahkan oleh garden yang gedeeeeeee banget. Jarak dari Prambanan – Sewu – Pintu keluar (yang notabene deket ama Prambanan) kurang lebih 2 km-an.

Padang rumput di dalam kompleks Prambanan.

Garden di dalam kompleks Prambanan. This spot right here udah deket sama pintu masuk Candi Sewu. I thought this bald tree and those leaves were pretty cool 🙂

Kita sempet mikir mungkin Candi Sewu ga ruined-ruined amat dibanding Prambanan.. well we were wrong </3

The entrance.

Kita langsung ngeliat banyak ruins dari pintu masuk. Huhu look at this one 😐

Karena bagian dalam candi (both di Sewu dan Pramabanan) kebanyakan gelap banget, gue ga berani masuk ke satu candi pun karena takut hahahaha. Dulu waktu masih SMP study tour ke sini, I remember di dalam candi yang gede bisa ada banyak kelelawar gelantungan di langit-langit candinya; gatau deh sekarang gimana.

After a long walk, we left Candi Prambanan with mixed feelings. Sang suami kayaknya sih oke-oke aja; at least ga se-emo gue. I kept saying betapa mirisnya gue ngeliat penampakan Prambanan sekarang. Crossing my fingers tightly, semoga one day gue bisa ngeliat candi-candi di sini berdiri kokoh lagi seperti dulu 🙂

From afar, it still looks very magical and magnificent.

13:30 – Jalan ke Bandara Adisutjipto langsung dari Prambanan.

14:00 – Karena jaraknya ga terlalu jauh, kita udah nyampe di airport 30 menit kemudian.

14:20 – Setelah selesai check in, kita had our late lunch di CFC karena ga ada pilihan restoran lain yang bikin napsu :'( man I wish mereka buka lebih banyak opsi restoran di airport since Jogja juga ga sepi-sepi amat kan sama turis 😐

16:10 – Our flight back to our town sweet town :>

Dibeliin sang suami di airport supaya ga bosen nunggu delay :> awww.

There are many reasons kenapa trip kali ini sangat sangat berkesan… pertama karena we went there to celebrate my sis’ wedding, kedua gue udah lamaaaaaa ga ke Jogja, ketiga visiting new places with sang suami (this always excites me!), and last but not least, it was really nice that I get to explore this city with my extended family; rasanya kayak lagi piknik keluarga! Just like what I said to my family through my instagram photo right after the trip ended, I really think and mean it that, “There is no greater happiness than the one being shared together. Thank you aunties, uncles, and all cousins for sharing this precious memory with us <3”

Thank you Jogja, I’ll definitely see you again one day.

Expenses untuk hal-hal major yang penting (dalam Rupiah):

  1. Airasia one way Yogyakarta – Jakarta untuk berdua: 777.572
  2. Grab dari Hotel Santika Premiere Jogja ke Candi Prambanan: 68.000 (fiuh mahal uga, untung gue ada diskon Grab 40.000)
  3. Harga tiket masuk Candi Prambanan untuk berdua: 80.000

Important tips:

  1. Di depan Hotel Santika sebenernya ada halte Trans Jogja dan gue udah sempet excited nanya-nanya ke penjaganya tentang rute ke Candi Prambanan, tapi sayangnya karena waktunya mepet dan kita gamau wasting time kelamaan di jalan, akhirnya niat ngebolang pake bus Trans Jogja jadi kandas. Fyi dari Hotel Santika ke Candi Prambanan by bus Trans Jogja memakan waktu kurang lebih 1 jaman kata penjaganya.
  2. Jam buka Candi Prambanan: setiap hari jam 06:00 sampai 17:00.
  3. I’ve said it before di atas, tapi karena ini such a nice thing for tourist like us, akan gue ulang lagi di sini biar dramatis. Bless pengelola Candi Prambanan karena mereka menyediakan jasa penitipan luggage for free! Hip hip horraaaaayyy!
  4. Toilet di luar pintu masuk Candi Prambanan ngenain biaya Rp 2.000/orang, sedangkan yang di dalem candinya gratis! Yayy! 😀
  5. Kebalikan sama toilet, restoran di dalem Candi Prambanan ngejual makanan dan minuman dengan harga tinggi (expected lah ya.) Nah begitu kalian jalan keluar, kalian akan nemuin sederetan warung makan yang jual minuman jauh lebih murah dari yang di dalam kompleks candi.
  6. Ini penting banget nget nget: please jangan dianggap remeh. Di kompleks candi itu hampir ga ada shades / pohon so it was very very hot. Jangan lupa bawa PAYUNG kalo bisa satu payung per orang (gue dan sang suami actually shared one umbrella karena emang cuma bawa satu dari Jakarta.) Percayalah jalan pake payung makes a huge difference!
  7. Kalo kelupaan bawa payung, don’t worry di sana ada banyak ibu-ibu / bapak-bapak yang nyewain payung dengan harga Rp 10.000/item.
Summary
Candi Prambanan, Bandara Adisutjipto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *