5 May 2018

08:00 – Bangun dan beres-beres.

08:40 – Jalan ke Jejamuran (Jalan Pramuka No. 53) untuk breakfast. Gue dapet rekomendasi akan resto ini dari temen gue yang baru aja ke Jogja dan dari nci gue sendiri ‘cos she and her husband loveeeeeee this place so much! And they’re right, this place was amaaaazing! Not only restonya gede, menu makanannya juga beragam banget (meski kebanyakan mereka menyajikan jamur, hence the name), terus harga makanannya sangat sangat murah, dan terakhir di sana ada kolam fish spa gratis untuk pengunjungnya!

Tempat makannya semi outdoor dan adem banget. Last but not least dan yang terpenting: makanannya pun enak-enak! It was a really really nice place to visit deh pokoke. Don’t miss out on this one kalo kalian ke Jogja!

10:35 – Jalan ke Pasar Beringharjo (Jalan Margo Mulyo No. 16.) Karena om dan tante-tante gue pada mau nyari batik, they requested to go here. Ga boong, gue cuma masuk berapa meter terus memutuskan untuk keluar karena not only tempatnya ruaaaaaaaaameeeee banget, it was also sumpek dan berdesak-desakan. Yang bawa tas dan dll kudu hati-hati ya kalo ke sana.

Sumpek banget gila. Btw itu yang pake topi merah adalah suaminya nci gue yang orang Klaten >,</ Hi Koko!

11:30 – Sembari nunggu rombongan keluarga gue pada belanja, me + sang suami + sepupu cowo gue + dan seorang om decided untuk jalan-jalan ke Fort Vredeburg Museum (Jl Jend. Ahmad Yani No. 6) yang letaknya ga jauh dari pasar. Museum ini dulunya adalah bentengnya orang Belanda, yang sekarang dijadikan museum berisikan informasi tentang bagaimana dulu rakyat Indonesia struggling menuju kemerdekaan.

Fyi, gue ga pernah ngeliat museum sebagus ini di Indo, not even di Jakarta! Bangunannya bagus, dalemnya berAC dan ada banyak miniatur yang ditaroh di dalem kaca gede, yang menggambarkan tentang kondisi rakyat Indo jaman dulu. I was so impressed with the museum’s quality. Bravo untuk yang udah mencetuskan ide membangun museum sebagus ini!

Museumnya juga luas banget dan terdiri dari beberapa bangunan terpisah. Kalo kalian suka sejarah, boleh banget mampir ke sini untuk baca-baca or simply ngeliat seberapa well builtnya miniatur-miniatur di dalam. Bener-bener applause for this museum!

Di sebelah kiri foto: deretan miniatur di dalam kaca. Very interesting and informative!

Sebelum gue mejeng di sini, gue foto this corner ‘cos I think it’s cute (ini di dalem museum btw, bayangin dibuat beginian! Unyu juga kan? Hahaha.) Terus ada bapak-bapak lewat di belakang gue ikut ngeliatin this corner and then he asked me, “Lagi foto apaan?” LOL. Harusnya gue jawabin, “Itu ada anak kecil jongkok, bapak ga liat?” Hahaha!

Miniaturenya dibuat dengan delicate details dan background yang dicat bagus. Bener-bener bagus deh.

-.-‘ hahaha

Hal yang aga minus dari museum ini: tempatnya kurang rindang jadinya puanasssss banget di luar gedungnya. Padahal pekarangan museumnya luas dan banyak spot foto yang lumayan unyu :p

12:15 – Mampir ke Indische Koffie (Jl Jend. Ahmad Yani No. 6) yang letaknya di pintu masuk museum Vredeburg. Be careful kalo ngikutin Google Maps (kayak kita), karena posisi cafenya dipin seolah-olah aga jauh dan harus muterin jalan raya, padahal letaknya cuma di depan tempat beli tiket masuk museum (aga masuk ke dalem, tanya satpam aja ya.)

Saking panasnya hari itu, kita mampir bentar untuk beli minum dan takeaway beberapa untuk keluarga gue yang lain. Anyway cafenya gede, sepi, dan design interiornya aga jadul (in a good way!)

12:45 – Rombongan keluarga gue udah selese shopping dan mau pulang ke villa untuk istirahat dan beres-beres karena malemnya ada acara resepsi pernikahan nci gue di Klaten. Gue, sang suami dan dua sepupu decided untuk mampir ke Blanco Coffee and Books (Jl. Kranggan No.30, Cokrodiningratan) untuk ngemil buat lunch dan ngopi.

Meski fotonya di Google terang, apparently pas kita ke sana suasana cafenya bener-bener gelap. Terus yang lebih let me down lagi, banyak makanan / light bites mereka yang abis. Akhirnya kita cuma pesen apa yang ada yaitu croissant dan semacam beef pie (kalo gue ga salah.)

15:00 – Balik ke Habitat @ Hyarta untuk mandi, beres-beres, dan make up. Sorenya kita akan ke Klaten (1.5 jam perjalanan dari Jogja) untuk attending my sis’ reception dinner.

17:45 – Jalan ke New Merapi Resto (Jalan Merapi, Gayamprit) yang kata ipar gue merupakan restoran paling bagus di Klaten hahaha. Tempatnya emang gede and oke sih; begitu pula makanannya :>

Uuuu congrats you guys <3 ps: aga ngeselin sih.. jadi sebenernya gue bawa dress putih untuk acara ini, eh ternyata dressnya sempit banget (karena udah lama ga gue pake juga jadi gue gatau) hiks jadilah gue ganti baju ke dress biru di atas yang super so so 🙁

Full team :>

22:00 – Jalan pulang ke villa. Malemnya sekitar jam 11an gue, sang suami, dan beberapa om dan sepupu main kartu dulu sebelum tidur. It was a long day and we were all tired, but who could refuse one or two rounds of games (and laughter) before bed? Certainly not us! :p

Expenses untuk hal-hal major yang penting (dalam Rupiah):

  1. Breakfast di Jejamuran untuk 20 orang dewasa dan 3 anak kecil: kurang lebih 1.300.000

Important tips:

  1. I couldn’t emphasize enough how hot and humid Jogja was. Apalagi pas kita jalan dari Pasar Beringharjo ke Fort Vredeburg Museum; bener-bener panas pol! Kalo kalian ke Jogja, jangan lupa bawa sunblock ya – it’s a must!
Summary
Jejamuran, Pasar Beringharjo, Fort Vredeburg Museum, Indische Koffie, Blanco Coffee and Books, Habitat @ Hyarta, New Merapi Resto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *