19 October 2017

09:00 – Bangun, beres-beres, dan sarapan. Di sini kita dikasih sarapan sederhana sama Pak Ngurah: roti, teh anget / kopi, dan buah-buahan. Not bad, kenyang juga makannya 😀

10:30 – Salah satu alesan kenapa kita nginep di Canggu adalah karena gue pengen explore Bali bagian atas (meski ga sampe ke Ubud ya karena udah di wanti-wanti keluarga untuk ga deket-deket sama Gunung Agung haha). Dari Canggu, kita jalan ke arah Timur menuju Beji Guwang (Jalan Sahadewa, Banjar Wangbung). Man, gue super duper excited untuk pergi ke sini, tapi sayangnya begitu sampe sana ternyata tempatnya tutup karena air di sana lagi tinggi 🙁 AWWW sedih buanget gue hari itu hahaha, udah tempatnya lumayan jauh pula dari Canggu.

Anyway sedikit tentang Beji Guwang; basically ini gua berair yang tempatnya cakep (menurut gue) tapi aga bahaya untuk diexplore. Salah satu bule yang ke sana katanya jatoh sampe kaki dia patah haha. Memang tempat ini definitely not for kids, dan kalau mau masuk kita harus wajib kudu hire tour guide. Kata orang lokal, di sana batu-batuannya juga pada tajem-tajem dan tebingnya terjal. That’s why sebenernya sang suami aga lega juga pas tau tempatnya tutup, karena dari awal dia kurang setuju ke sini karena takut I couldn’t keep up sama tracknya yang dangerous. Ya I guess I’ll see you next time ok Beji? :p

Strolling around the streets of Bali. Ukh love it.

12:00 – Abis itu kita memutuskan untuk ke Pantai Sanur. Dalam perjalanan ke Sanur, kita ngelewatin beberapa pantai dan sempet mampir bentar, tapi karena pantainya ternyata bukan pantai untuk turis, melainkan abis daratan jreng langsung laut, tempat-tempat tersebut ga gue review di sini ya.

Nah, the last time gue ke Sanur, pantainya ruameee buanget jadi I told sang suami that time untuk ‘prepare yourself’ karena bakalan rame. Eh begitu sampe sana, pantainya plong kosong melompong… Kita cuma ngeliat beberapa turis dan kebanyakan tempat makan tutup 🙁 Hiks kasian banget. Kita duduk di salah satu warung sambil minum air kelapa dan ngobrol sama mba-mbanya, katanya mereka udah lama sepi begini karena persoalan Gunung Agung 🙁 we truly felt bad for them.

Tapi on the bright side, gue dan sang suami jadi bisa foto-foto tanpa takut kena photobombed orang. Hahahaha. Anyway meski pantai ini ga gitu berombak, tapi air laut di Sanur bener-bener jernih dan pasirnya putih bersih dan halus.

One sunny day. Oh btw I love this shot.

Ngaso istirahatin kaki and fantat yang lumayan pegel abis naik motor haha. Jangan lupa bawa snack ya kalo ke pantai jadi bisa ngemil.

Abis itu kita jalan sedikit ke depan Mercure Resort Sanur and we found this beach.

Aga botak (atau lagi surut sih itu? Gue kurang paham..) dan ga gitu ada apa-apa, tapi the sand formed a pretty cool pattern.

14:30 – Cus ke Warung Sanur Segar (Jl. Danau Toba No.11, Sanur) untuk lunch. I’ve been there before and I loved their food, jadi kita ke sana lagi supaya sang suami bisa nyobain. Tempatnya super tiny (literally kayak warung) and it was operated by seorang mba-mba only. Tahun 2015 lalu gue ngobrol sama dia (kemarin pas gue dateng lagi sama sang suami dia udah ga inget gue, of course lah ya haha) dan katanya dia merantau sendirian ke Bali and randomly buka usaha ini setelah pelajarin resepnya dari internet. Nowadays Warung Sanur Segar is one of the most visited places by bule karena dapet banyak review di forum-forum. Hebat ya si mba.

Makanannya chubby and sayurnya literally segar :p haha

A cute guy posing in front of a random cute wall around there :p

15:30 – Kita ke Pantai Kuta untuk watch the sunset. Nah finally begitu memijakkan kaki di pantai ini barulah kita bener-bener ngerasa lagi liburan, karena tempatnya rameeeeeee dan penuh orang! Haha. Gue used to think that as a bad thing / ngemalesin, tapi setelah ngeliat Canggu dan Sanur begitu sepi pengunjung, gue jadi appreciate the crowd di Kuta 😀

Meski pasirnya ga seputih (dan sebagus) di Sanur, tapi gue suka banget sama ombak di Kuta yang tergolong pas; not too small and not too wild. Gue dan sang suami main di ombak lumayan lama dan tanpa kita sadari, the sun set right before our eyes.

Gaya cool sang suami pas diterjang ombak. Ahem meanwhile gaya gue….

Tao Ming Tse berjamur, eh I mean berjemur.

Waw.

18:30 – Ke Babi Guling Central Park (Jl. Patih Jelantik, Komp Pertokoan Kuta Galeria BW2 No.2) to have our dinner. Ini restoran omnya sang suami yang baru buka. The food tasted great, dan harganya kurang lebih mirip-mirip sama babi guling lainnya (if not lebih murah dari beberapa resto lain yang udah terkenal banget.) Do stop by ya kalo kalian ada di daerah Kuta 😀

Ada tambahan soup yang isinya ada babinya juga.

20:00 – And that’s it for the second day. Abis itu kita pulang untuk istirahat :>

Expenses (dalam Rupiah):

  1. Isi bensin: 15.000
  2. 2 buah kelapa di Sanur: 40.000
  3. Warung Sanur Segar: 60.000
  4. Belanja di Indomaret: 225.000

Total: Rp 340.000

Important tips:

  1. Untuk yang mau ke Beji Guwang, bisa coba hubungi no hp ini dulu sebelum pergi: 0857 3727 0288 atau 0821 4675 0908, untuk nanya keadaan guanya apa bisa divisit atau ngga (pas gue ke sana ada pengumuman di spanduk yang ngasih tau nomor hp ini.)
  2. Di Bali, di tempat yang bukan tempat turis, misalnya jalan raya depan mini market, atau parkiran restoran, kita hampir ga ketemu tukang parkir sama sekali :’) bahagia banget nyetir sendiri di sini; bisa jauh lebih hemat duit kecil dibanding kalo nyetir di Jakarta. Pas ke Kuta kita bayar parkir, tapi harganya pun sangat manusiawi, cuma Rp 2.000 buat motor – ga malak sama sekali kayak kalo di Jakarta.
Summary
Beji Guwang, Pantai Sanur, Warung Sanur Segar, Pantai Kuta, Babi Guling Central Park.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *