28 June 2017

10:00 – Beres-beres dan check out. Kita nitip koper dulu di hotel, terus for one last time jalan keliling kota sebentar.

12:00 – Departing to Zürich from Lauterbrunnen railway station. Kita ganti train 2 kali dan perjalanannya memakan waktu 2.5 jam.

14:30 – Sampe di Zürich Hauptbahnhof (main train stationnya.)

15:00 – Jalan kaki dan check in di Swiss Star Guesthouse District 4 (Brauerstrasse 24 4, lokasinya as usual deket dari station.) Pas naik lift di dalem station kita disapa sama ibu-ibu ditanyain mau ke mana, and meski dia gatau tujuan kita di mana, dia tried to help dan sibuk nunjukin arah :’) duh gue langsung instantly cinta sama orang-orang Zürich.

Anyway ada sedikit cerita lucu tentang tempat tinggal kita. Sang suami told me kalau tempat ini sebenernya adalah red district; jadi banyak orang minum-minum and ‘you know lah ngapain.’ Tapi dia bilang ke gue kalo tempat ini dijamin aman (secara kita di Swiss gitu loh, orang-orangnya juga taat hukum) so he told me not to worry. Begitu masuk ke kompleks apartmentnya memang banyak signage cewe sexy ala Alexis gitu haha, tapi gue sih santai aja. But I did tell sang suami dua hari di sini kita lebih baik jangan pulang kemaleman supaya ga perlu lewatin jalanan ini pas udah gelap.

Terus nyari apartmentnya aga susah karena dia ga actually berada di pinggir jalan raya (cuma ngesot dikit sih, tapi letaknya di belakang bar gitu), jadi kita sempet muter-muter dan nanya orang dulu. Kita ga ketemu sama orang yang nyewain, instead kunci apartment kita ditaro di mailbox di depan pintu building dan kita dikasih password untuk unlock mailboxnya. Begitu naik ke lantai 3, unit sebelah kita pas lagi buka pintu jadi kita sort of tatap-tatapan mata gitu sama mereka: cowo gede kumisan dan jenggotan sama cewe. Hahaha gue sama sang suami couldn’t help but to buru-buru masuk and feeling a bit nervous :p ya mungkin mereka juga cuma liburan just like us, tapi tetep aja gue ngerasa tetiba suasana di lorong langsung mencekam haha. Culun banget gue.

Oh ya one more thing, dengan crazy-nya jendela kita ga dibekalin sama gorden melainkan cuma tirai putih transparan doang -.-” jadilah kita gantung-gantungin jaket / cardigan / handuk di jendela supaya unit kita ga keliatan dari luar hahaha. Sepanjang hari kita bisa ngeliat apartment disebrang juga and if I’m not mistaken, sang suami sempet menyaksikan adegan kurang senonoh di apartment sebrang. Lol banget xD

16:00 – Abis taro barang dan istirahat, kita beli 24 hours ticket for 1 zone dari ticketing machine di bus station. Gue ga bohong, sampe detik ini, cuma transportasi di Zürich yang masih ngebingungin buat gue. Kita sampe nanya 2 orang lokal, yang percaya ga percaya, juga aga bingung dan ga yakin mau suruh kita beli ticket yang mana. Long story short ini yang gue pahami; please kindly pardon me kalo ternyata ada yang meleset infonya, dan buat yang lebih tau, jangan ragu-ragu untuk correct me if I’m wrong ya.

Ada beberapa jenis travel pass di Zürich, dan kita beli langsung dari ticket machine di bus stop: 24 hours ticket for 1 zone (bisa pake tram dan bus sepuasnya). Jangan lupa kalau punya Half Fare Pass, dicentang pilihannya untuk dapet further discount :> Fyi city center Zürich ada di zone 110, jadi kalau mau traveling ke zone lain, kita mesti beli tiket untuk 2 zone atau lebih. Tapi kalau mau keliling city center Zürich doang bisa pake tiket ini. Karena besok kita udah pulang dan kita ga gitu punya waktu banyak di Zürich, jadilah kita memutuskan untuk beli yang ini aja.

Nah yang bikin ribet dan pusing pala barbie: airportnya Zürich itu berada di zone lain, jadi gue dan sang suami sempet super kebingungan, apakah besok kita perlu beli tiket baru lagi, atau gimana? Kita spent times lama banget di ticketing machine sampe ada kali up tp 40 minutes trying to figure this out (sembari Googling yang ga membuahkan hasil dan nanya orang lokal yang juga kebingungan.)

Jawabannya adalah: you don’t need to purchase a new ticket. Di ticketing machine ada opsi untuk beli ‘additional ticket for 1-2 zone‘ (gue lupa exact name-nya apa tapi kurleb intinya begitu), this extended ticket harganya lebih murah and it allows you untuk travel ke zone kedua meski lu cuma punya tiket untuk 1 zone. Phew. Bangga rasanya gue bisa berbagi ilmu ini hahahaha. Anyway gila bingit semoga kalian paham ya guys, I’m sorry kalau cara nulis gue aga ga jelas atau ribet. Pala gue aja pening mikirin ini ulang haha.

24 hour ticket kita untuk 1 zone. Yang di bawah ini adalah extended ticket untuk 1-2 zone.

Belum sampai di sana pelajaran tentang tiket, jadi extended ticket untuk 1-2 zone ini ternyata hanya berlaku 1 jam aja. Jadi gue dan sang suami sempet kekepoan beli untuk besok pas mau ke airport, only to find out kalo tiket kita udah expired pffttt. Hahaha jadinya kita beli lagi deh di train station Zürich.

17:00 – Kita keliling-keliling di Old Town / Altstadt. Sore itu kita cuma keliling ngasal tanpa arah, liat-liat kota Zürich, dan belanja titipan orang.

18:00 – Mampir ke Augustinerkirche Zürich – one of the coolest churches I’ve ever seen! Meski kecil, tapi interior dalemnya minimalist dan keren gitu.

19:00 – Dinner at Ach’i (Brauerstrasse 4, deket sama apartment kita.) Sumpah semakin menuju akhir trip, kita semakin ga tahan mau makan Asian food terus xD The food here tasted so good btw :’) besokannya kita mau makan di sana lagi sebelum pulang, tapi sayangnya doi belum buka.

Karena malam itu aga gerimis, kita langsung buru-buru pulang abis dinner. Ahem, ada sedikit cerita lucu untuk menutup hari ini :p pas perjalanan balik, sesaat sebelum kita reach our apartment building, dari kejauhan kita ngeliat ada (maap) waria berbadan keker dengan rok aga tersingkap, jalan cepet sembari ngejar orang di depan dia sambil komat-kamit ngomel-ngomel (orang di depan dia botak, badannya gede, dan penampilannya juga serem.) Adegan ini bizarre banget haha, dari jauh gue sampe bahas ke sang suami itu mereka abis ‘uhuk uhuk’ belum sempet beres-beres tapi cowonya mau kabur terus warianya ngejer, atau lagi ‘uhuk uhuk’ tapi ke-disturb jadi belum kelar, atau apa?? Haha abis roknya kebuka gitu sampe (maap) underwearnya keliatan. Anyway jadi posisi gue dan sang suami itu hadep-hadepan sama waria dan si botak, dan kita sama-sama jalan towards each other (papasan).

Nah gue dengan coolnya jalan aja terus sambil ngeliatin mereka, sementara sang suami udah salting kayak cacing kepanasan gamau liat depan and constantly bisik-bisik di kuping gue dengan nada panik, “Anjir, anjir, mampus Uc jalan cepetan. Cepetan Uc! Mampus.” HAHAHAHA. Dia takut digodain atau diapain warianya, soalnya biasanya di Indo waria suka godain cowo kan x”D HAHAHA ngakak gue kalo nginget-nginget hari itu lagi. Terus gue dan sang suami jalan cepet mau buru-buru belok kanan ke building kita, eh pas banget si botak dan waria itu belok duluan ke gang apartment kita! xD At that point posisi kita pas ngekor di belakang mereka, and we didn’t know what to do atau where to go secara emang kita juga originally akan mengarah ke sana hahaha. Ga lama setelah belok mereka masuk ke apartment building kita ._. jreeeeng! Hahaha kita sampe jalan pelaaaaaaan banget pas naik tangga nungguin sampe mereka berdua ilang dari pandangan. Pas itu sang suami udah cuma diem seribu bahasa doang and I’m sure hati dia dag dig dug dhuer buanget HAHAHA. Rasain siapa suruh book apartment di daerah beginian xD he told me dia kira red districtnya akan rame sama cewe tulen, tapi ternyata…. HAHAHA sukurin doi jadi ga bisa cuci mata :p pada akhirnya malah dia yang lebih ketakutan x’D

Expenses untuk berdua:

  1. One way ticket SBB Lauterbrunnen – Zürich: CHF 43.2
  2. Swiss Star Guesthouse District 4 2D1N: CHF 80
  3. Roti di Coop: CHF 4.4
  4. 24 hours bus ticket 1 zone: CHF 12.4
  5. Additional ticket 1-2 zone: CHF 6.2
  6. Dinner at Ach’i: CHF 38

Total: CHF 184.2

Important tips:

  1. Jangan lupa, additional ticket untuk 1-2 zone hanya berlaku 1 jam. Jadi belilah sebelum kalian ke airport atau ke zone lain.
Summary
Lauterbrunnen Railway Station, Zürich Hauptbahnhof, Swiss Star Guesthouse District 4, Old Town / Altstadt, Augustinerkirche Zürich, Ach’i.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *