19 June 2017

12:30 – Gue inget banget kita tidur sampe siang hari itu karena kemarin super kecapean hahaha. Jam 12an kita beneran baru keluar dari apartment >.< wawwww. Tapi gapapa yang penting badan udah kecas lagi. I remember masih feeling a bit anxious and uneasy about jalan-jalan dan keluar dari apartment, but then something quite uplifting happened.

Pertama-tama kita mampir ke Tabacchi untuk beli bus ticket (jaga-jaga kalo nanti diperlukan), terus gue nanya ke penjaganya apa dia ada rekomendasi tempat makan yang enak di daerah sini. Well of course the conversation didn’t go to well karena ibu-ibu itu ga bisa bahasa Inggris (again), tapi dia berusaha setengah mati ngejelasin dan nunjukin arah buat gue dan sang suami :’)

Abis itu kita jalan dan tentu saja as expected restoran yang dia suggest ga berhasil gue temukan hahaha (nama restonya apa aja gue ga gitu tau karena pronounciation dia susah dimengerti), tapi even such a short conversation dan ramah tamah bisa membuat hati gue lebih calm sedikit siang itu.

13:00 – Terus kita ngelewatin Zizzi Pizza (Piazza di S. Martino Ai Monti, 5) and decided untuk had our lunch there.

Liatlah harganya! D: Anyway 1 slice itu lumayan gede loh.

I’m so glad we stopped by this place. Not only the food was cheap, it tasted damn good (sampe kita nambah!), dan penjaganya juga cakep and he spoke very fluent English as well!!!!!! T_____T Terharu hati barbie sumpahhhhh!!! Anyway selingan, dari masa pacaran, gue jarang bangeeeeeeeet or hampir ga pernah muji cowo cakep or even showing a slight interest in them – I have a pretty high standard you know :p – jadi sekalinya gue ngomong, biasa muka, hati, bola mata dan lobang idung sang suami langsung jadi merah dan ngebul berasep-asep :p) HAHAHA. Ahem padahal dia sendiri jauh lebih sering komentarin cewe lewat cakep / sexy loh :p

Kembali ke laptop. Pizza di sini beneran murah dan porsinya ga kecil-kecil amat. Karena dijual sepotong-sepotong, kita jadi bisa pesen beberapa pizza dengan topping berbeda-beda sekaligus. Memang kemarin Ko Adi ada cerita kalau di Rome banyak toko pizza yang affordable, tapi kita ga nanya nama restonya apa atau lokasinya di mana. We were lucky to have found this place, karena selain kita makan lumayan banyak (dan take away beberapa juga buat ngemil sore nanti), gue sempet ngobrol sama si cowo penjaga pizza itu and I didn’t lie, mood gue langsung membaik jauh banget.

I have said this a couple of times before, menurut gue when we are traveling to somewhere, apalagi negara yang asing dan jauh dari Indo kayak Europe, talking to the locals become one of the most important keys to determine how memorable the trip will become. Buat gue ngobrol sama mereka always makes me feel more comfortable, welcome, and safe. Long story short we only talked about random stuffs for a while, but at the end of the chat, sembari keluar dari resto itu, I told sang suami how happy and uplifted I felt that time 🙂

14:00 – Ke gereja Basilica Papale di Santa Maria Maggiore. Basically hari itu kita cuma ziarah keliling gereja. Oh ya kalo ngeliat catetan expenses, gue dan sang suami sempet mampir untuk jajan, tapi gue lupa kapan pastinya.

Btw selingan. Jadi ternyata di Europe itu, gereja udah mulai ditinggalkan oleh orang-orang especially anak mudanya (I don’t know why, mungkin orang barat udah banyak yang ga gitu percaya sama religion kali ya?) Kita sempet liat misa mingguan di sini and man, peserta misanya cuma 14 orang dan itu pun hampir semuanya orang tua! Padahal gereja-gereja di sini kebanyakan dibangun gede-gede dan megah-megah. Ironis banget, malahan biasa gereja ramenya karena jadi tempat jalan-jalan turis. Gue dan sang suami lumayan in awe deh pas ngeliat sepinya misa di sana.

14:45 – Naik bus ke St. Peter’s Basilica lagi karena kemarin belum masuk ke dalemnya. Along the way pas ke sana we found this pretty cute blue door and couldn’t resist to take a picture (again!)

Ketemu di pinggir jalan, di depan sebuah restoran. Hahaha gue dan sang suami were like, “Anjir ada Obama pake baju gladiator!” xD

Anyway di St. Peter’s Basilica kita ngantri for like 30 menitan doang (which was lucky karena kata Ko Adi biasa orang bisa antri up to 1 hour++!) Oh ya kalo mau ke sini kalian kudu pake baju yang lengannya tertutup ya. Gue pake dress lengan buntung, jadi pas otw mau masuk gue dicegat dan ditegur security; luckily gue bawa cardigan (karena udah dikasih tau juga sama Ko Adi sebelumnya), jadi abis pake cardigan gue langsung diperbolehkan masuk. Banyak anak muda yang pake hot pants dan baju lengan buntung dicegat ga boleh masuk sama penjaganya.

Gue mengakui kalo gedungnya emang bagus (apalagi pas malem hari, itu keren buanget sih), tapi after a while di dalem jujur aja gue bosen. Mungkin karena di mata gue interiornya 11 12 juga kali ya sama gereja-gereja lain di Europe. Or maybe because gue emang simply ga gitu into liatin building aja :’)

17:30 – Abis itu kita ke Sarap Filipino Restaurant lagi untuk have dinner xD

18:30 – Nah kemarin malem Ko Adi mau ngajak kita makan eskrim di Old Bridge Gelateria yang katanya terkenal (alamatnya di Viale dei Bastioni di Michelangelo), tapi sayangnya tempatnya tutup. Jadi this evening kita balik lagi ke sana berdua untuk dessert (kebetulan sang suami itu penggemar eskrim super hardcore!)

Eskrimnya murah meriah dan tempatnya ruame banget. Btw tempat eskrim ini cuma kayak stall / warung take away doang, jadi ga ada tempat duduk sama sekali.

19:00 – After that sambil makan eskrim, kita jalan-jalan dikit terus mampir di our last stop of the day yaitu Pergamino caffè (Piazza del Risorgimento, 7. Deket banget sama tempat eskrim, cuma tinggal belok.) Di sana as usual ada 2 harga: harga untuk yang mau take away, dan harga untuk yang mau minum di dalem. Sang suami nyobain espressonya (jam minum kopi dia memang bervariasi, bisa pagi, siang, atau malem, jadi jangan heran) dan kata dia rasanya biasa aja dan ga seenak espresso yang dia cobain di Haarlem, Belanda (Europe day 3.)

After that we head back to the apartment to rest, and at the end of that day, mood dan kepercayaan diri kita untuk traveling berdua doang di foreign countries udah balik lagi seperti semula atau malahan nambah 😀 (mungkin efek dari ziarah ke gereja hari ini ya who knows :p hahaha.)

Expenses untuk berdua:

  1. Zizzi Pizza: € 7.5
  2. Bus ticket: € 3
  3. Beli yoghurt and coke at Simply Market: € 1.88
  4. Dinner at Sarap Filipino Restaurant: € 13
  5. Eskrim at Old Bridge Gelateria: € 2
  6. Espresso at Pergamino caffè: € 1.5
  7. Bus ticket: € 3

Total: € 31.88

Important tips:

  1. Penjaga di Zizzi Pizza bilang kalo orang-orang Italy yang di bagian aga bawah (kayak Rome) biasa ga makan spicy food. Yang suka makan pedes biasanya orang Italy bagian atas (kayak Milan.) He explained this after gue cerita kemarin kita susah banget nyari makanan pedes di sini. Pret kalau kalian ke Europe jangan pernah lupa bawa sambel ya, fatal akibatnya kalo ngga hahaha.
  2. Selama di Italy sang suami seringggggg banget beli coke 1.5 L karena kata dia harganya murah banget! (Dan karena Rome lebih panas dibanding kota lain, jadi doi pengen minum yang seger-seger mulu.)
Summary
Zizzi Pizza, Basilica Papale di Santa Maria Maggiore, St. Peter’s Basilica, Sarap Filipino Restaurant, Old Bridge Gelateria, Pergamino caffè.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *