16 June 2017

8:00 – As usual bangun dan beres-beres. And of course as usual gue lupa kita breakfast apa hahaha maap seribu maap.

9:00 – Jalan-jalan bentar di Obertraun dan mampir ke gereja untuk berdoa. Oh ya fyi meski kita dateng pas summer, teteppppp aja nih tempat dinginnnnnnn!

9:30 – Jalan ke Hallstatt. Nah dari Obertraun, ada 3 cara untuk ke Hallstatt: cara pertama naik kereta 1 station doang (harga tiket € 2.3 / person), lalu nyambung ferry boat (harus nyambung ferry ya, kalo ga naik ferry mau berenang ya sok atuh, karena antara Hallstatt dan train stationnya itu masih dipisahkan oleh danau. Nah harga tiketnya € 2.5 / person), cara kedua naik bus (harga tiket € 2.1 / person), dan cara ketiga adalah naik ferry langsung (opsi ketiga ini uncommon dan gue baru tau pas udah sampe di Obertraun).

Of course dari segi biaya jauh lebih enak naik bus ya, tapi hari pertama kita mau nyobain naik ferry boat, jadi we chose to travel by train + ferry (nah ini yang gue sebut di atas; gue baru tau ternyata di belakang penginapan kita, di danau yang gue foto-foto kemarin malem pas baru sampe, ada orang yang nyediain jasa naik ferry juga ke Hallstatt langsung dari sono, jadi ga perlu naik kereta segala, tapi kalo ga salah lebih mahal dikit deh harganya).

Train ticket dari Obertraun – Hallstatt. Maap udah aga ilang tulisannya. Kalo yang di bawah ini boat ticket.

Tiket train dan ferry bisa langsung dibeli di station, kalau bus bisa langsung beli sama drivernya. Anyway menurut gue worth it banget nyobain nyebrangin lake-nya by boat since the views were magnificent!

Gi to the ler kan. Oh ya fyi karena Obertraun dan Hallstatt itu tini wini biti (snack kale lu kate) alias kecil, ga perlu kuatir nyariin train station karena pasti ketemu. Bear in mind kalau train / bus / dan ferry yang beroperasi di sana itu ada jadwalnya dan interfalnya kaga sering-sering amat (maklum kan village tini wini biti) jadi do make sure kalian foto jadwal-jadwalnya dan plan beforehand mau pergi dan pulang jam berapa.

Tempat ferry di Hallstatt letaknya exactly di belakang train stationnya (nganu, di station ini kaga ada WC, jadi kalo kebelet pipis – kayak gue kemarin – siap-siap bejek baju sampe telapak tangan lecet ok.)

Fyi kalau kalian naik ferry, kalian akan sampai di Hallstatt bagian sebelah kanan, sedangkan kalau kalian ke sini by bus, stationnya ada di Hallstatt paling kiri.

10:30 – Keliling-keliling kotanya, histeris, jalan-jalan, foto-foto, dan histeris lagi. Hahaha sumpah this was one of the best places we visited during our honeymoon, bagus buanget wanjret. Di sini banyak toko yang jual pernak-pernik dari kayu tapi harganya mahal-mahal. They were really cute though. Kita of course ga beli apa-apa because after all we’re “humble” newly-wed, remember? ^.~

12:00 – Stopping for lunch. Kita nyobain Pizza Sylvie (we just chose randomly) and surprisingly pizzanya enak dan unik! Almost every pizza that we tried in Europe itu unik sih, mungkin karena ingredients dan cara masaknya beda dari Pizza Hut kali ya hahaha. Kita cuma beli seloyang pizza dan porsinya udah enough banget buat berdua.

13:00 – Ke Welterbeblick Skywalk dan Salzwelten Salt Mine. Skywalk ini terletak di depan Salt Mine and both of these places were very unique (buanget nget nget) and menurut gue definitely a-must-go-place for tourist. Salt Mine ini adalah tambang garem tertua di dunia, yang letaknya di dalem gunung, jadi tempatnya gelap, dingin, dan ada beberapa spot yang aga sempit (beware ya untuk yang ga suka tempat sempit). Dari Hallstatt kalian bisa jalan kaki nanjak ke sini around 30-40 menitan, atau bisa beli tiket furnicular. Ini foto furnicularnya dari jauh:

Nah letak counter ticket dan furnicular menuju Salt Mine ada di ujung kiri Hallstatt (deket sama bus stop dari Obertraun). Kita beli tiket return furnicular (males lah ya nanjak I don’t want my betis to meledak) dan Salt Mine tour seharga € 30, tapi dapet diskon € 2 dari penginapan tempat kita tinggal (banyak penginapan yang nawarin diskon untuk Salt Mine, sekalian buat promosi kali ya.)

Our Salt Mine tickets.

Furnicular ridenya sendiri cuma bentar banget (and a bit creepy I must say haha, tapi tenang aja aman kok), tapi pemandangan pas di dalem furnicularnya, man… let these pictures speak my mind aja ya.

Begitu nyampe di atas, kita mampir ke Skywalk untuk foto-foto bentar. Ga ada apa-apa di sini kecuali pemandangan, but the view was breathtaking.

13:45: Tour Salt Mine. Pertama kali masuk kita akan disuruh ganti baju supaya mirip Mario Bros dan Luigi aman, karena baju yang mirip tahanan penjara ini sebenernya adalah safety uniform. Di bagian celana panjang yang konyol dan kebesaran kita pake ada a patch of fabric yang akan berguna sebagai ‘rem’. Kenapa rem? Nanti gue jelasin di bawah ya.

Meski ada beberapa saat di mana kita harus nunggu, menurut gue waiting timenya ga terlalu lama and the guide was really good and entertaining in explaining stuffs (fyi doi lucu tapi juga lumayan galak kalo ada turis yang ga nurut pas dikasih tau, bisa disindir dan ditegur langsung di depan semua orang. Kayaknya European people emang that straightforward ya.)

Isi tournya ga cuma keliling-keliling ngeliat Salt Minenya aja, tapi ada light show (menarik banget), dan 2 perosotan kayu yang bisa kita maenin juga. Perosotan ini kaga ada pengaman apa-apa, kita cuma tinggal duduk ngangkang (haha) dan slide our way down. Nah fabric di celana kita tadi berguna sebagai rem supaya pas sliding down kita kaga meluncur kekencengan. Gue nyobain perosotan pertama (dengan posisi kaki sang suami ngapit badan gue dari belakang – ini sebenernya diajarin oleh guide buat parents and their kids, tapi adult pengecut macam gue juga boleh lah pake cara ini) and I screamed so loud amandel gue hampir lompat keluar dari tenggorokan. Haha serem bok. Abis itu perosotan kedua panjangnya 3 atau 4 kali dari yang pertama and I decided to walk down instead (ada tangga di sebelah perosotan buat yang gamau slide down.) Sialnya cuma gue yang jalan loh… anak-anak yang ikutan tour semuanya turun lewat slide. Beraq.

Unik banget perosotannya. Oh ya abis itu dikasih tau siapa yang slide downnya paling cepet karena ada alat buat ngukur kecepatan kita pas turun (kalo mau turunnya cepet, posisi badan disuruh aga tidur, kalau mau lambat, posisi badan pas meluncur duduk aga tegak). Hahaha sang suami juara 3 dari rombongan kita waktu itu xD

Over all tour nya fun and worth it banget deh!

16:00 – Jalan balik ke bawah via furnicular lagi. Otw from Salt Mine ada kaca segede-gede gaban yang unik dan mantulin pemandangan di sekitarnya. Kalo gue ga salah, dibalik kaca ini ada ruangan kecil yang berisi info about the Salt Mine.

Skywalk letaknya di building itu.

16:30 – Lanjut jalan-jalan di Hallstatt dan mampir ke Supermarket Nah & Frisch untuk jajan, beli breakfast buat besok (kebetulan di apartment kita ada kulkas dan microwave, yeayyy!) dan beli buah peach (enak banget ya ampun!!!)

Awh so pretty.

17:30 – Had a dessert at Bakerei Maislinger. Jadi menurut Tripadvisor tempat ini terkenal, jadilah kita iseng ngemil kuenya sambil makanin peach yang tadi dibeli. And bok, it was delicious! Sayangnya tempat duduknya cuma seupil di bagian luar, jadi kalo duduk kelamaan aga ga enak sama customer lain yang nunggu.

18:00 – Naik tangga sedikit menuju Catholic Church of Hallstatt (di bawah ada gereja, tapi di atas juga ada another one.) Naiknya dari mana gue aga lupa, tapi definitely ada sign-nya somewhere. Sayangnya pas kita nyampe gerejanya udah tutup (kalo ga salah tutupnya jam 6), but it’s ok, dari atas kita bisa liat pemandangan kota Hallstatt dan cemetery yang dihias-hias pake bunga (apparently kalo di Europe kebanyakan kuburan dihias cakep begini).

19:00 – Last stop before going back to Obertraun, kita had dinner di Karmez Kebab Cart yang lokasinya di ujung kanan Hallstatt dan deket sama tempat ferry kita tadi pagi. Guys trust me look for that stall ‘cos their food was DA BOMB.

Sang suami pesen fish and chips dan gue pesen semacam ayam suir hahaha. Gila enak banget ayam suirnya!! Dan demi apa kita berdua udah lama banget kaga nemu saos tomat. Hampir berlinangan air mata kita :’)

And that was it for that day. Ini contoh penampakan bus ticket kita dari Hallstatt – Obertraun:

Kalo ga salah ini bus terakhir. Jangan sampe ketinggalan bus terakhir ya karena kalo ngga opsi balik ke Obertraun cuma pake taxi (mahal banget) atau jalan kaki (cuape buanget) :p

As I’m typing this I remember once again how special Hallstatt and that day was. Can’t wait to write more stuffs here! See you guys on the next post 🙂

Expenses untuk berdua:

  1. Train ticket Obertraun – Hallstatt: € 4.6
  2. Boat to Hallstatt: € 5
  3. Pizza Sylvie: € 9.8
  4. Eskrim Calippo: € 1.6
  5. Tiket Salt Mine and furnicular (sudah dikurang diskon € 2 dari hotel): € 58
  6. Nah & Frisch Supermarket: € 19.26
  7. Dessert at Bakerei Maislinger: € 2.9
  8. Dinner at Karmez Kebab Cart: € 17.3
  9. Toilet di Hallstatt: € 0.5
  10. Bus ticket Hallstatt – Obertraun: € 4.2

Total: € 123.16

Important tips:

  1. Ini aga ga penting, tapi kita jarang ketemu WC gratis di Europe, dan di train station Obertraun itu ada yang gratis HAHAHA. Sumpah gue girang banget sampe dikit-dikit rasanya pengen pipis. Maklum ya kencing di Europe tuh mahal bok, jadi kalo ketemu WC gratis gue bisa shock sampe tereak Haleluya.
  2. Ada WC gratis di depan pintu keluar furnicular di atas (deket Skywalk), so if you are going to Salt Mine, ga usah kencing di Hallstatt karena semua WC di Hallstatt berbayar (again, yeay for free toilet).
  3. Di Hallstatt ada fountain di tengah jalan yang ngeluarin air non-stop, dan di sampingnya ada tulisan kecil yang menandakan kalau itu ‘safe to drink’. So you guys can drink from there dan ga perlu beli air minum; cukup bawa botol minum aja buat refill air.
Summary
Hallstatt, Pizza Sylvie,  Welterbeblick Skywalk, Salzwelten Salt Mine, Nah & Frisch Supermarket, Bakerei Maislinger, Catholic Church of Hallstatt, Karmez Kebab Cart.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *