7 May 2016

11:00 – Check out dan langsung menuju ke Museum Angkut di Batu (Kota Wisata, Jalan Terusan Sultan Agung no. 2). Kebetulan Solaris Hotel udah ga jauh dari daerah Batu. Museum Angkut ini basically museum yang isinya alat transportasi semua mulai dari mobil antik, sepeda motor, pesawat, sampe perintilan lainnya about vehicles. Dari sebelum kesini gue udah duga that I won’t like it karena gue emang ga gitu into otomotif, dan bener aja I didn’t really like this place. Selain karena penuh sama orang, tempatnya juga pengep, panas dan yang bisa diliat cuma itu-itu doang (alat-alat transportasi itu tadi). Tempatnya sendiri luas dan not too bad sih, mungkin hari itu gue kepanasan juga karena rame (dan cuaca juga a bit hot) jadi gue ga terlalu enjoy, tapi that’s just me, kalau kalian kebetulan into otomotif, go ahead you may like it.

Ada taman yang lumayan unyu di tengah-tengah museumnya.

Bahkan gue ga gitu ngambil banyak foto hahaha jeger.

14:30 – Late lunch at Bethania (Jl. Diponegoro no. 103). Kalo gue ga salah pas kita kesini ujan, jadi sembari makan kita sekalian nunggu ujan reda. Makanannya enak, tempatnya lega dan rame, tapi seinget gue aga remang-remang gelap kurang semangat gitu ambience-nya (kalo sekarang udah terang berarti mereka udah ganti lampu yang watt-nya lebih gede, haha) tapi meski sore itu almost full house, pelayanan mereka tetep cepet. Recommended deh! (Udah sok review panjang-panjang, ternyata kaga ada foto sebiji pun. Haha sorry guys. *Tampar pipi sendiri*)

16:00 – Ke Wisata Paralayang (Jl. Songgokerto). Seperti yang udah dijelasin lewat namanya, ini tempat orang take off kalau mau paralayang. Awalnya gue suggested we try this, tapi gila nyali kita berempat kalau ditotal terus dirata-rata itu ibarat cuma sebanyak tape 2 sendok makan, hahaha, so yeah batal lah 1000%. Eh tapi pas kita dateng kesana, karena abis ujan, bukitnya ditutupin kabut sampe semua putih dan ga ada pemandangan yang keliatan, jadi orang yang hari itu mau paralayang juga aga kehambat. Aga sayang sih ga ngeliat pemandangannya, tapi the fog itself was pretty magical for me.

Background kita putih semua karena fog, pretty cool right 😀

17:45 – Karena jalanan menuju bukitnya aga curam, berlobang, dan sempit, kita buru-buru turun bukit sebelum hari gelap. Plus that day begitu matahari mau terbenam, langitnya udah mendung lagi dan gerimis udah turun by the time kita masuk mobil untuk otw pulang.

18:30 – Check in di Hotel Ciptaningati (Jl. Argopuro no. 354). Hotel ini begitu… gloomy and it didn’t smell so good. Hahaha. Udah gitu pas kita masuk di wc nya ada ee* a.k.a e*k lagi! Nangis kaga luh. Thanks to cowo-cowo yang baik hati, they cleaned it up for us. Haha jeger. It wasn’t like super bad, but I wouldn’t probably go back there; mungkin kalo ke Batu lagi gue akan cari hotel yang rating dan harganya lebih tinggi.

19:00 – Dinner di Burger Buto (Jl. Sarangan no. 27). Burger disini terkenal karena gedeeeeeeee but unfortunately by the time kita sampe, udah banyak banget yang sold out 🙁 jadi kita cuma pesen sisa yang ada. The burger was big and it tasted good and unique as well; beda style ama burger western yang biasa ada di mall. Worth to try deh guys!

Terus di samping tempat burger ada ibu-ibu jualan sate, and we bought quite a lot.

19:30 – Ke Milk Story nongkrong sambil makan yoghurt dan jajan ice cream, biar pencernaan tetep lancar pas liburan :p

20:00 – Ke Alun-alun Kota Batu. Ok this place was CROWDED pake capslock semua. Tapi gue super duper suka pengalaman kemarin jelajahin tempat ini. Tempatnya rame, banyak lampu warna-warni, dan meski banyak banget orang tapi gatau kenapa ambiencenya nyaman aja. Kita berempat keliling-keliling dan jajan street food kayak jagung bakar dan beberapa snack lainnya. Terus di sana ketemu 2 pengamen abang-abang yang suaranya giler dan lagu yang dipilih juga kaga kalah giler yakni mandarin! Haha mungkin banyak ya pengamen kayak gini di Jakarta, cuma pronounciation mandarin mereka lumayan jitu hahaha; anyway saking bagusnya suara (dan pronounciation mereka), mereka sampe gue kasih 25 rebu.

Anyway karena malem itu rame banget, gue ga pegang hp sama sekali demi keamanan (since I am pretty clumsy juga ihik). Jadinya sori demori mamam stroberi, I don’t have any pictures to show, selain muka 2 abang pengamen ini:

Haha jangan tanya gue kenapa punya foto mereka, I had my reason :p

21:00 – Ke Brawijaya (Jl. Diponegoro no. 86) beli oleh-oleh. Gue cuma beli keripik kalo ga salah. And that would be our last stop for this day.

Expenses (dalam Rupiah):

  1. Tiket masuk Museum Angkut perorang: 100.000 (kalo ga salah ini bundle sama tiket masuk ke pameran topeng dan pesawat)
  2. Lunch di Bethania: 65.500 (hasil patungan berempat)
  3. Dinner at Burger Buto: 25.000
  4. Beli yoghurt 2 di Milk Story: 20.000
  5. Kasih pengamen: 25.000
  6. Oleh-oleh keripik: 41.000
  7. Hotel Ciptaningati 2D1N: 131.000 (hasil patungan berempat)

Total: Rp 407.500

Important tips:

  1. Di Museum Angkut, kamera yang aga fancy kayak DSLR, mirrorless camera, dll dikenain biaya lagi. Kalo pake hp doang kaga.
  2. Sebenernya di bukit Wisata Paralayang masih ada tempat wisata rumah pohon namanya Omah Kayu, tapi demi safety karena udah mau ujan, kita ga mampir dan memutuskan untuk langsung head back to the city.
  3. Perjalanan ke Wisata Paralayang aga serem karena ada beberapa jalanan yang belokannya tajem banget. Kalau keadaan cuaca lagi mendung atau gerimis, I would suggest kalian ga naik demi keamanan.
Summary
Museum Angkut, Bethania, Wisata Paralayang, Hotel Ciptaningati, Burger Buto, Milk Story, Alun-alun Kota Batu, Brawijaya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *