4 May 2016

10:00 – Karena hari ini Shinta masih kerja dan Efendy belum jalan dari Jakarta, gue sama Freddy kinda had this one day for ourselves. Kita traveling with Uber dan banyak juga jalan kaki. First stop kita ke Pasar Atom (Jl. Bunguran no. 45) untuk breakfast sekalian ketemu tantenya Freddy. Nama restorannya Bakwan Gili btw gais, siapa tau ada yang mau mampir :p

12:00 – Ke coffee shop Cup & Crumbs (di Jl. Manyar Kertoarjo, tapi tempatnya udah tutup by the time gue ngetik ini.) Karena si Freddy itu coffee roaster, pas ke Surabaya kita banyak keliling coffee shop untuk drop sample sekalian doi ngobrol-ngobrol. Gue of course nemenin dengan setia sambil foto-foto like this :p

14:00 – Ke Communal (Jl. Kertajaya Indah VIII no 24.) Sama kayak tadi, Freddy drop sample coffee dan ngobrol-ngobrol sama baristanya, terus kita sekalian had lunch there.

16:00 – Ke Surabaya Carnival. Tempat ini basically theme park yang ga gitu rame (at least pas kita kesana sepi, tapi mungkin juga karena kita kesana hari Rabu haha), Shinta ga actually recommend this place karena ga terlalu bagus dan terawat, tapi Freddy kinda wanted to do this since kita ga pernah ngedate berdua di theme park sama sekali. Also because he knew that I am not so much of a city girl, jadi pasti ngebosenin buat gue kalau kita cuma keliling-keliling ga jelas di kota. He thought it’s gonna be a unique experience for us and yes he was right, it did turn into a very special night. The date was intimate; we talked, played, joked, and laughed for the silliest things and I can totally say that it was such an unforgettable day for the both of us. Intinya kalau menurut gue, no matter what you do or where you go, pick the right company and everything will be fine (in my case that night, it went beyond fine 🙂 thanks Freddy for the idea!)

Di post terakhir perjalanan Surabaya Malang ini gue attach video perjalanan kita. Disana ada cuplikan gue dan Freddy naik rolller coaster culun di tempat ini haha. Warning: ti ati kuping kalian. Anyway the good side of going to this place on Wednesday evening was: theme parknya sepi jadi kita ga perlu ngantri at all! Ha!

19:00 – Balik ke apartment Shinta untuk beres-beres mandi.

20:30 – Makan nasi Bali Pengampon (lokasi di Jl. Pengampon Kalianyar Kulon 2, waktu itu harga perporsi Rp 17.000 atau bisa minta Rp 20.000 dengan daging lebih banyak). Okay this place was very… interesting. Gue ga pernah nemu yang beginian sebelumnya (mungkin di Jakarta banyak ya I don’t know, gue emang kurang explore orangnya ahaha.) Jadi ibu-ibu yang jualan cuma buka lapak emperan di depan rumah dia, yang notabene di dalem gang sempit; jadi kalo kita bukan orang lokal Surabaya gue rasa ga akan aware akan tempat ini. Menunya simple banget cuma nasi ama daging aja, tapi antriannya panjaaaaaaaang man. Yang bikin gue gerah adalah gerakan si ibu-ibu penjual yang soooooo damnnnnn freakinnnnnn slooooooooow, kaga boong. Gue ampe komplain bisik-bisik ke Shinta 2-3 kali “Kok pelan amat sih nyendokinnya?? Gila yang ngantri padahal rame!” Hahaha kata Shinta emang #ibumahgitu.

But I gotta say rasa makanannya worth it sama waktu ngantrinya: pedesss dan enak (meski dagingnya cuma secuil.) Anyway I can tolerate spicy food very well, but still menurut gue daging si ibu PEDES pake huruf kapital, so ati-ati buat yang ga terlalu bisa pedes ya. Karena hari itu kita mau kuliner, jadi kita cuma pesen sebungkus untuk dibagi 3.

21:30 – Makan nasi cumi depan Pasar Atom (di Jl. Waspada, harga perporsi Rp 20.000). At this point gue ngerasa makanan di Surabaya itu murah-murah, unik-unik DAN enak-enak. Kali ini kita pesen masing-masing 1 piring. Nasi cumi ini beneran enak, jangan lupa mampir yah! :p

22:30 – Geser dikit dari nasi cumi, kita nyobain es kacang ijo Goyang Lidah (di Jl. Waspada juga, harga perporsi Rp 6.000). Ini beli satu bagi bertiga, dan kacang ijo ini wueeeeenak buat gue padahal gue ga gitu suka kacang ijo biasanya!

23:30 – Last but not least: stop terakhir yang sampe sekarang berkesan karena minuman uniknya: bubur Mang Dudung (Jl. Kedungdoro, harga perporsi Rp 15.000). Gue dan Freddy bukan pecinta bubur, but I must say this one here was delicious. Meski malem itu gue udah kenyang dan ngantuk, Shinta insisted kita harus visit this place karena buburnya terkenal. I’m glad we did. Terus di sana Shinta mesen minuman yang bikin Freddy lumayan terngaga yaitu STMJ (Susu Telor Madu Jahe). Jadi kuning telor mentah dicemplungin ke campuran susu madu dan jahe, terus dikocok sampe jadi satu. Minumannya disajiin panas-panas, dan katanya bagus untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. It tasted so good as well! (Anu ini mungkin udah banyak yang tau ya, gue sama Freddy sih baru tau pas di sana, haha mohon maap lahir batin kalau basi.)

Ga bohong hari itu rasanya complete banget: main seharian dan malemnya ngerasain kuliner Surabaya yang famous-famous; perfect things to do to end our second night 🙂

Expenses (dalam Rupiah):

  1. Uber ke Pasar Atom: 4.250 (hasil dari patungan berdua)
  2. Taxi: 15.000
  3. Uber ke Surabaya Carnival: 31.500 (hasil dari patungan berdua)
  4. Tiket masuk Surabaya Carnival perorang: 80.000
  5. Dinner nasi goreng berdua: 40.000
  6. Beli barang di Tjap Toenjoengan: 51.000
  7. Uber pulang ke apartment: 21.000 (hasil dari patungan berdua)
  8. Jajan di Indomaret: Rp 42.000
  9. Isi bensin: 50.000

Total: Rp 334.750

Summary
Pasar Atom, Cup & Crumbs, Communal, Surabaya Carnival, nasi Bali Pengampon, nasi cumi depan Pasar Atom, es kacang ijo Goyang Lidah, bubur Mang Dudung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *